Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Achyar Sikumbang, Wartawan Senior Sakit Parah

Padang (fajarsumbar.com) - Achyar Sikumbang, Wartawan Harian Singgalang, tergolek lemah di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Yos Sudarso, Padang, Rabu (17/1). Ia menderita pendarahan di lambung.

Meskipun Achyar telah menerima donor darah dari sejumlah pendonor dan penanganan dokter, wajahnya terlihat sangat pucat, tubuh kurusnya tak mampu bangkit dari tempat tidur. Bicaranya sangat lirih dan ekspresi wajahnya mengguratkan tengah menahan nyeri.

Achyar yang mendapat transfusi darah melalui urat nadi lehernyamerasa tersiksa, belum lagi dadanya dililit sejumlah selang plastik yang menopang kesehatannya. ”Sakit sekali, saya ingin istirahat,” ujarnya kepada Singgalang yang membezuknya pada pukul 11.00 WIB hari itu.

Persoalan tak hanya tentang kondisi kesehatan Achyar yang ngedrop, tapi juga mahalnya obat-obatan yang harus ditebus di apotek rumah sakit tersebut. “Setiap hari harus ke apotek beli obat-obatan, yang nilainya jutaan rupiah,” ujar Mega, isteri Achyar, yang setiap hari menunggu suami di luar ruang ICU.

“Apapun saya harus tebus biaya obat-obatan yang mahal itu, demi kesehatan bapak,” ucapnya dengan nada sedih.

Ilustrator Karakter Tanbaro Singgalang ini menjadi “tamu” di rumah sakit tersebut sejak Jumat (12/7). Sebelumnya, Achyar yang mengalami kebutaan di mata sebelah kanannya akibat penyakit diabetes serta penyakit komplikasi sempat dirawat di sana. Tapi dosen pensiunan Jurusan Seni Rupa pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang dirawat selama lima hari, dengan mempergunakan kartu BPJS Kesehatan.

Menurut penuturan pihak RS Yos Sudarso, sesuai aturan pasien BPJS Kesehatan hanya diperbolehkan dirawat rumah sakit swasta selama lima hari. Setelah itu disarankan untuk rawat jalan. Kemudian dapat dirawat di rumah sakit dengan kartu BPJS.

“Tapi karena kondisi kesehatan bapak makin memburuk karena pendarahan di lambung dan kekurangan darah, maka kami kembali ke rumah sakit,” kata Mega.
Untung saja, sejumlah mantan mahasiswa Achyar mengetahui masalah itu segera mendonasikan darahnya.

Mega berharap, dengan sekembalinya ke rumah sakit Maestro Seni Rupa Sumatera Barat ini dapat mempergunakan kartu BPJS. Di rumah sakit ini, suaminya tidak mendapatkan kamar karena seluruh kamar sudah penuh, makanya Achyar dirawat di ruang ICU. Di tempat ini, Achyar diminta memenuhi ketentuan yang berlaku di rumah sakit itu, dengan biaya perawatan mandiri tanpa ditanggung BPJS.

Seperti, biaya rawat di ICU Rp650 ribu per hari, biaya obat-obatan yang bisa mencapai Rp2,5 juta per harinya, belum lagi beban biaya kunjungan dokter yang menanganinya. (fs-001) 

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *