Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Anggota DPRD Padang Nyaris Batinju

Padang (fajar sumbar.co) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang kembali heboh. Tampaknya, wakil rakyat Kota Padang ini tidak lepas dari polemik-polemik di internal mereka. Persoalan demi persoalan terus bergulir di Gedung Bundar, Jalan Sawahan, nomor 50, Kecamatan Padang Timur tersebut.

Kali ini terjadi cekcok antara Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari Fraksi Golkar Wahyu Irmana Putra dengan Ketua Badan Kehormatan (BK) Amril Amin yang berasal dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Dua orang yang sama-sama dipilih rakyat ini cekcok di Gedung Bundar. Saling dorong hingga mengeluarkan kata-kata kasar.

Dari informasi yang dipe roleh, sebelum peristiwa itu terjadi, para wakil rakyat di DPRD Padang itu mengadakan rapat rencana pergantian dan perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), namun, rapat tersebut ditunda diduga karena Ketua Badan Kehormatan tersebut, juga membentak pimpinan lainnya.

“Kemarin, ada surat masuk dari fraksi untuk perombakan AKD. Jika ada surat masuk, pimpinan biasanya melakukan rapat. Kebetulan Aciak panggilan akrab Amril Amin adalah Ketua BK. Ada enam AKD yang akan dipilih di paripurna, salah satunya Badan Kehormatan,” kata Wahyu, Kamis (4/1)

Dia menyampaikan, sebelum cekcok dan saling dorong terjadi. “Saya sempat menyapa dia (Aciak) di kantin. Tak tahunya dia malah mencaci-maki saya, bahkan mengajak berkelahi dan mendorong saya. Saya tidak tahu apa masalahnya sampai dia begitu,” ujar Wahyu.

“Saya tidak tahu penyebabnya apa, tapi saya masih beranggapan baik, saya tenangkan dan menanyakan ada apa persoalannya? Ini lembaga DPRD malu kita (ribut-ribut). Itu saja persoalan,” lanjut Wahyu.

Diakuinya pada ribut tersebut sempat datang pihak kepolisian dan menyuruh polisi itu masuk ke ruangannya. “Saya maunya damai saja. Saya melaporkan anggota DPRD tidak pantas berkata kasar. Laporan saya perbuatan tidak menyenangkan. Mencak-mencak itu sama saya persoalannya tidak tahu. Awalnya kabarnya ada juga pimpinan lain yang dibentak-bentak,” lanjut Wahyu.
Dijelaskan, pada rapat kemarin itu masuk surat fraksi ke pimpinan DPRD. Biasanya kalau ada surat masuk kita rapat, tentang ada keinginan semua fraksi melakukan pergantian alat kelengkapan dewan (AKD).

Rencananya kemarin akan dilakukan rapat badan musyarawarah untuk menjadwalkan agenda DPRD ke depannya. “Undangan pukul 09.30. Kalau di DPRD kan dijadwalkan badan musyawarah dulu,” katanya.

Terkait pergantian BK, diusulkan nama dari sembilan fraksi yang ada. “Kalau BK itu kan pilihan paripurna, diusulkan sembilan fraksi dipilih dari sembilan orang yang diusulkan yang lima terbanyak bisa menjadi anggota BK. Nanti kalau sudah mereka (BK) rapat dan menentukan siapa yang menjadi ketua. Di tatib itu maksimal AKD itu 2,5 tahun, tidak ada kata-kata 1 dan 1,5 tahun. Dan kebetulan tanggal 29 penutupan sidang lanjutan ada usulan jadwal dan di dalam itu masih usulkan suratnya pergantian Komisi tetapi di paripurna disahkan pergantian AKD yang bersifat ada enam yaitu BK, Komisi 1, 2, 3 dan 4,” terangnya.

Dari pantauan, rapat Badan Musyawarah di DPRD Padang yang direncanakan pukul 10.00 WIB itu akhir ditunda dulu.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Padang, Amril Amin belum ada keterangan terkait peristiwa tersebut. Awak media sudah mencoba untuk menghubungi yang bersangkutan, namun nomor HP nya tidak bisa dihubungi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ketua BK tersebut.

“Benar, tadi Aciak Amin (Amril Amin) sama Pak Wahyu cekcok. Ya keluar kata-kata kotor gitu lah. Sempat juga saling dorong. Maaf ya, saya tidak bisa kasih keterangan lagi, soalnya takut,” kata salah seorang anggota sekretariat yang ada di DPRD Padang yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa cekcok dua wakil rakyat ini terjadi sekitar pukul, 09.30 WIB. Peristiwa tersebut akhirnya bergulir ke kepolisian. Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Irmana Putra, melaporkan Amril Amin ke Polresta Padang.

Wahyu Iramana Putra mendatangi Polresta Padang 12.00 WIB, masuk ke ruang penyidik kejahatan dan kekerasan (Jatanras) untuk membuat laporan polisi. Ham pir satu jam Wahyu Iramana Putra berada di ruang penyidik Jatanras hingga melanjut ke ruangan Reskrim Polresta Padang. Wah yu ditemani Dasmon anggota DPRD Padang yang kena sasaran tak jelas saja dalam cekcok itu.
Dengan lapo ran polisi nomor LP/24/K/I/2018/SPKT Unit I tertanggal 4 Januari. Laporan penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan.
Pindah

Ada hal yang sama-sekali tak diketahui oleh hampir semua anggota DPRD Padang, yaitu ‘mantagi’ gedung di Sawahan itu. Gedung DPRD itu, dibangun seperti periuk di atas tungku berkaki tiga.  Awalnya dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan, pepatah, //pincalang biduak rang tiku/badayuan sambia menungkuik/ basilang kayu dalam tungku/ baitu api mangkonyo iduik//
Lambat laun, akibat demokrasi yang makin hangat, bersilang saja tiap sebentar dan tiap sebentar api menyala.

“Pindah sajalah dari sini, jangan sok merakyat juga DPRD lagi, bangunlah kantor baru, sebab yang duduk di gedung itu tak lagi menjalankan falsafah Minangkabau,” kata seorang anggota dewan pula. Nah! (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *