Sumbar

Padang

Fajar Terkini

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Batas Waktu Lomba Pantun Spontan Jurnalis Diperpanjang

Taufik Effendi
Padang (fajarsumbar.com) - Batas waktu festival lomba pantun spontan tingkat wartawan se-Indonesia yang diadakan Dinas Kebudayaan Sumbar dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) diperpanjang hingga 22 Januari.

Sedianya lomba pantun itu ditutup, Senin (15/1), namun masih minimnya peserta jurnalis, panitia ambil inisiatif memperpanjang waktunya tujuh hari lagi. Harapannya jumlah peserta bertambah sesuai yang diinginkan.

Hal itu diakui Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Effendi menjawab Singgalang, Senin (15/1). "Ya tenggat waktu lomba pantun spontan jurnalis ini sedianya ditutup 15 Januari, diperpanjang hingga 22 Januari. Sementara itu tingkat SLTA se-Sumbar telah ditutup 15 Januari," jelasnya.

Menurutnya, sampai Senin (15/1) hanya belasan peserta yang mengirim pantunnya lewat website dinas_kebudayaan@sumbarprov.go.id. Sementara untuk tingkat SLTA se-Sumbar, sudah 50 orang lebih peserta yang ambil bagian.

Panitia menyediakan hadiah lomba pantun yang terbuka untuk semua wartawan. Juara I, Rp15 juta, peringkat II (Rp10 juta), posisi III (Rp5 juta). Sementara untuk harapan I, Rp3,5 juta, harapan II (Rp2 juta) dan harapan III panitia menyediakan hadiah Rp1,25 juta.

Disebutkan, finalis untuk masing-masing kategori d
iambil 17 orang, pengumuman finalis pada 25 Januari. Sementara Grand final bakal diadakan di GOR Agus Salim pada 5 Februari.

Menurut Taufik, lomba pantun spontan itu, bukan hanya sekedar lomba untuk mengisi perhelatan HPN 2018 saja. Lomba itu juga juga sebagai ajang pelestarian budaya Minangkabau dan Melayu.

“Lomba Pantun Spontan ini sebagai pelestarian budaya, sekaligus apresiasi kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meraih Rekor MURI, pencipta pantun terbanyak,” tambahnya.

Teknis lomba pantun spontan itu pendaftarannya telah dimulai sejak 25 Desember 2017. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim maksimal 10 pantun.

Pantun yang dikirim lewat website tersebut diseleksi menjadi 17 finalis masing-masing kategori. Semua finalis tersebut menunjukkan kebolehannya di pentas utama, di GOR Haji Agus salim, pada 5 Februari.

Para finalis diberi waktu masing-masing 15 menit untuk  bertempur di atas panggung. Pantun yang diciptakan, dinilai sesuai pola dan unsur pantun pada umumnya menggunakan bahasa Indonesia.

Adapun tim penilai, terdiri dari insan pers, Khairul Jasmi, Heranof Firdaus, Eko Yanche Edrie. Dari praktisi, Alwi Karmena dan Mak Katik, sementara dari akademisi, Silvia Rosa.(fs-001)   

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *