Sumbar

Padang

Fajar Terkini

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Berita Hoax Dibilang Membangun

Jakarta (fajar sumbar) - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi baru saja dilantik oleh Presiden Jokowi. Namun Djoko mengeluarkan pernyataan soal ‘hoax membangun’ yang kemudian jadi pembahasan di media sosial.

Pernyataan Djoko menjawab pertanyaan wartawan seusai pelantikan di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (3/1). Dia ditanya apakah BSSN nantinya berpengaruh untuk menghalau penyebaran hoax.

Djoko diwawancarai selama 6 menit 31 detik. Jawaban itu terlontar dari pertanyaan keempat oleh wartawan.

Ia menyebut ada hoax yang negatif, ada pula yang positif. Djoko pun mengatakan, apabila hoax tersebut bersifat membangun, itu tak jadi masalah.

“Kalau hoax itu membangun, ya kita silakan saja, tapi jangan terlalu memproteslah, menjelek-jelekanlah, ujaran-ujaran yang tidak pantas, saya rasa bisa dikurangi,” ujar Djoko
Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud hoax positif ataupun hoax membangun itu. Dia kemudian langsung ditanya lagi soal penindakan terhadap penyebar hoax.
Berikut jawaban lengkap Djoko yang menyatakan adanya hoax positif dan hoax membangun yang dikutip detikcom:

“Sangat berpengaruh. Tentunya hoax ini akan kita lihat, memang hoax ada positif dan negatif. Saya juga mengimbau pada kawan-kawan, putra-putri bangsa ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun kita silakan saja, tapi jangan terlalu memproteslah, menjelek-jelekanlah, ujaran-ujaran tak pantas, saya rasa bisa pelan-pelan dikurangi.”

Terlepas dari itu, Djoko memastikan penyebar hoax di dunia siber akan ditindak. “Ada tindakan, pasti ada tindakan. Jadi nanti paling nggak kita ingatkan, kita ingatkan supaya berhenti, tapi nanti kalau dia semakin menjadi-jadi nanti ada aturan,” kata Djoko.

Menurut dia, selama ini instansi yang berwenang menindak adalah Polri. Namun dia berharap BSSN bisa juga turun tangan. “Saya sih berharap bisa menindak. Karena kalau ada badan siber tidak bisa menindak juga percuma,” ucap dia.

Terkait pemblokiran situs, dia pun berharap serupa. Namun, menurutnya, pihaknya bisa pula menggandeng Kemkominfo untuk pemblokiran.
Sampah teknologi

Pernyataan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi soal ‘hoax membangun’ menuai sorotan. Fraksi PKS menanggapi pernyataan itu.

“Kalau yang dimaksud adalah hoax yang dibuat oleh aparat, ya nanti akan ditiru rakyat juga. Sebaiknya disudahi soal hoax-lah. Masih banyak pekerjaan besar BSSN ini,” ujar Sekretaris F-PKS Sukamta kepada wartawan, Rabu kemarin.

Menurut anggota Komisi I DPR ini, masyarakat dapat dengan bijak memanfaatkan media sosial untuk memilah antara informasi hoax dan sebaliknya. Sukamta menjelaskan hoax merupakan sampah teknologi.

“Nanti akan hilang dengan perbaikan kinerja dan komunikasi pemerintah dan ketika masyarakat makin pintar menggunakan media sosial. Hoax ini adalah sampah teknologi, jadi nanti akan hilang sendiri,” ucap Sukamta. “Kalau soal SARA, agitasi, terorisme, kekerasan via siber, semua sudah ada di UU ITE. Sudah komplet,” tambahnya.
Pelanggaran UU ITE

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid juga menanggapi pernyataan ‘hoax membangun’ yang dilontarkan Kepala BSSN Djoko Setiadi. Menurutnya, apa pun bentuknya, hoax merupakan pelanggaran UU ITE.

“Hoax apa pun bentuknya, artinya berita bohong dan jelas pelanggaran terhadap UU ITE, jadi jelas tidak boleh,” ujar Meutya kepada wartawan, Rabu kemarin.
Meutya berpendapat tak ada istilah ‘hoax membangun’. Ia menilai pendapat Djoko bisa saja keliru. “Tidak ada istilah hoax yang membangun. Mungkin maksud Ketua BSSN itu kritik yang membangun, untuk itu perlu diluruskan. Karena jangan sampai ucapan Ketua BSSN bertentangan dengan UU ITE, khususnya Pasal 28 ayat 1 UU ITE,” terang politikus asal Golkar itu.
Minta Maaf

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi menuai sorotan lantaran pernyataannya yang menyebut ada hoax yang membangun alias positif. Djoko menyebut pernyataannya itu hanya gimmick. “Itu sebetul nya gimmick, sengaja saya ingin lihat apa reaksinya, ternyata reaksinya keras, artinya teman-teman enggak melamun,” ucap Djoko kepada kumparan.com.
Atas keriuhan yang terjadi, Djoko menyampaikan permintaan maaf karena dia memang tidak berniat untuk menyampaikan ada hoax yang membangun. Semata-mata karena ingin mengetahui reaksi masyarakat.

“Kalau itu kekeliruan saya minta maaf. Niat saya enggak begitu, niat saya hanya gimmick, memancing,” tegas Purnawirawan TNI berpangkat Mayjen itu. (ab)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *