Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Camat dan Lurah Terbaik Harus Diberi Reward

Tim penilai kompetensi camat dan lurah tingkat Kota Padang 2018
Padang (fajarsumbar.com) - Pemerintah Kota Padang seharusnya memberikan reward kepada camat dan lurah berprestasi untuk memotivasi mereka. Reward dan punishment harus dihidupkan kembali. Jangan ada pula anggapan penilaian kompetensi lurah dan camat dari tim independen sebagai ajang rutinitas setiap tahun.

Hal itu diungkapkan ketua tim penilai kompetensi camat dan lurah 2018 Kota Padang, Sultani Wirman pada rapat perdana tim penilaian di ruang Kepala Bagian Pemerintahan Padang, Rabu (10/1). "Saya berharap walikota kembali memberikan reward kepada camat dan lurah yang terbaik. Misalnya dipromosikan naik pangkat," ujar Sultani Wirman yang juga pamong senior tersebut.

Menurutnya, dulu ada kebijakan tersebut, lurah yang berprestasi dipromosikan jadi sekcam atau menjadi camat. Begitu juga camat yang terbaik se-Kota Padang dipromosikan naik eselon. Bila itu kembali diterapkan, camat dan lurah dipastikan akan berlomba jadi yang terbaik setiap penilaian kompetensi, mereka bakal mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

"Ini untuk memotivasi aparatur sipil negara supaya menjadi yang terbaik, pemerintah kota harus memberikan penghargaan kepada mereka. Mewujudkan pemerintahan yang baik dan dan bersih, pekerjanya harus dimotivasi. Jangan ada pula camat dan lurah tidak mau dinilai, karena menganggap dirinya belum siap dan sudah senior," tambahnya.

Menurut, Sultani yang didampingi tim penilai lainnya, Rukayah, Suardi Z. Rajo Basa dan Darman Sirun menambahkan, pada 2018 ada tujuh camat yang bakal dinilai. Camat Padang Timur, Ances Kurniawan, Syahrul (Koto Tangah), Zulkadri (Bungus Teluk Kabung), Teddy Antonius (Nanggalo), Edytiawarman (Padang Utara), Yalmasril (Lubuk Kilangan) dan Camat Kuranji, Rachmadeny Dewi Putri.

Menurut rencana penilaian dimulai, Kamis (15/2) dan Senin (19/2), presentasi camat dan wawancara dengan tim penilai di ruang rapat staf ahli setko Padang. Selanjutnya penilaian ke lapangan tanggal 1, 5-8 Maret dengan lokasi ditentukan berdasarkan hasil penilaian ekpose dan wawancara.

Sementara penilaian lurah berprestasi direncanakan dimulai 12-14 Februari juga di ruang rapat staf ahli setko Padang, presentasi lurah dan wawancarai dengan tim penilai. Peninjauan ke lapangan direncanakan 20-22 Februari. Lokasinya ditentukan berdasarkan hasil penilaian ekspore dan wawancara. Tim bukan saja menilai, tapi juga memberikan pembinaan. "Camat dan lurah berprestasi 2018 tingkat kota berhak mewakili penilaian yang sama mewakili Padang ke tingkat provinsi," tambahnya.

Sultani Wirman menyebutkan, penilaian kompetensi camat dan lurah dimaksudkan meningkatkan kompetensi meliputi, di antaranya pengetahuan dasar pemerintahan, keterampilan, teknis dan kepribadian kepamongprajaan. Selain itu untuk memantapkan sikap, semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kemampuan untuk berperan sebagai mediator, motivator dan fasilitator.

Sebagai penyelenggara negara atau pemerintah daerah, camat dan lurah dituntut memiliki kompetensi dan taat azaz dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan fokus penilaian sejauh mana eksistensi mereka sesuai UU No 23 Tahun 2014 dapat menggali potensi dan membedayakan masyarakat. Harus memahami, menghayati dan menguasai tugas–tugas pokok yang telah di amanatkan dalam Undang – Undang nomor 5 tahun 1974.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan, Arfian menyangkut usulan ketua tim penilaian camat dan lurah yang berprestasi Sultani Wirman agar diberikan reward kepada mereka yang berprestasi, Arfian akan membicarakan dan mengemukakan setiap ada rapat staf dengan Sekda. "Saya kembali mengusulkan bila ada rapat dengan Sekda agar menghidupkan kembali dengan memberikan reward kepada camat dan lurah yang berprestasi itu," ambahnya. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *