Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Penyebar Hoax Ditangkap

Bukittinggi (fajarsumbar.com) - Tersangka penyebar berita hoax, Riko (29) warga Padang Laweh, Kecamatan Sungai Puar, Agam ditangkap dan diperiksa di Mapolres Bukittinggi, Rabu (17/1). Berita hoax terkait kasus KDRT di rumah tangga anggota DPR RI Komisi III, Mulyadi.


Hendriko Fernandes ditangkap, Rabu (17/1), pukul 07.30, di tempat kerjanya, di SPBU Batagak oleh Kanit 3 Subdit 2 Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah bersama tim, atas laporan Mulyadi ke Mabes Polri, 18 Desember 2017. Dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik sesuai UU ITE pasal 27 ayat 3.

“Tersangka ini kami cokok tadi pagi, sebelumnya telah diamankan barang bukti, HP 2 unit dengan SIM cardnya 4 unit yang dipakai oleh tersangka untuk menyebarkan nama baik Mulyadi, dia juga admin dari akun instagram, WA group dan Facebook Bukittinggi 24 jam,” terang Irwansyah di Mapolres Bukittinggi usai dilakukan penangkapan.

Sebelumnya, lanjut Irwansyah, sudah dilakukan penangkapan terhadap pelaku lainnya, Zainal pada 5 Januari 2018 lalu, warga Pati Jawa Tengah. Dia mengaku sebagai pempred media palsu atau media yang tidak terdaftar di Dewan Pers.

Dikatakan Irwandi, tersangka ini merupakan pelaku kedua, dengan modus memviralkan berita. Dikhawatirkan menjelang pemilu atau memasuki tahun politik, berita ini menjadi viral di media sosial dengan menggaet pengikut sebanyak-banyaknya.

“Tersangka diancam hukuman 4 tahun penjara, hingga kini dilakukan pemeriksaan terhadap kasus pencemaran nama baik ini. Pemeriksaan dalam waktu 1 x 24 jam, berakhir besok pagi. Tersangka sementara diamankan 24 jam ini,” imbuhnya.

Sementara Mulyadi menambahkan, kasus ini menyangkut martabat dan nama baik. Ini sebagai shock therapy, agar tidak terjadi kepada orang lain. Mendistribusikan berita/info benar tanpa hak saja sudah melanggar, apalagi ini berita hoax.

“Awalnya berita ini tidak menjadi perhatian saya, kemudian beberapa ninik mamak dan beberapa orang dari Bukittinggi menelepon saya, berita ini menjadi viral di media sosial, maka dari itu saya laporkan ke Mabes Polri,” sebut Mulyadi didampingi Kuasa Hukumnya, Adwira.
Sementara Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, Polres hanya memfasilitasi terkait kasus ini dalam pemeriksaan tersangka.(fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *