Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pesta Sabu, Istri Wawako Ditangkap

Gorontalo (fajar sumbar) - Istri Wakil Walikota (Wawako) Gorontalo Budi Doku, SD alias Ser, ditangkap saat pesta narkoba bersama seorang teman wanita, LN alias Lin. Pihak keluarga langsung menunjuk sembilan pengacara guna mendampingi SD.

Diberitakan, BNN Provinsi Gorontalo menangkap SD saat berpesta narkoba pada Selasa (2/1) malam. Menurut Kepala BNNP Gorontalo Brigjen Oneng Subroto, membenarkan hal itu. BNNP Gorontalo menangkap mereka pukul 22.00 Wita. Barang buktinya alat hisap sabu-sabu atau bong, serta paket kecil kristal yang diduga sabu-sabu

“Kami melakukan proses pendampingan terhadap yang bersangkutan. Kami ada sembilan pengacara yang ditunjuk istri Wakil Walikota,” ujar ketua tim pengacara, Salahudin Pakaya, sambil menunjukkan surat kuasa, Rabu (3/1/2018)

Dia juga menjelaskan tim pengacara sudah menemukan SD. “Alhamdulillah, saat ini kondisi klien kami sehat-sehat walau terlihat masih shock,” jelas Salahudin.
Pihak pengacara menyatakan menghormati proses hukum yang dilakukan oleh BNNP Gorontalo.

“Kami biarkan saat ini BNNP bekerja dan kita patuh hukum,” tegas Salahudin sambil menambahkan SD belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Proses pemeriksaan SD dan temannya tiga hari. BNNP bisa saja memperpanjang proses penahanan,” tambahnya.

Salahudin juga menjelaskan, timnya hanya mendampingi SD. “Untuk teman SD yang tertangkap, belum ada pengacara,” lanjutnya.

“Dari tes urine, keduanya positif mengkonsumsi narkoba. Kami belum menetapkan kedua orang tersebut sebagai tersangka,” jelas Oneng pada detikcom.
Positif

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo merilis hasil tes urine dari istri Wakil Wali Kota Gorontalo berinisial SD. Hasilnya, SD positif mengandung methamphetamine.

Metamfetamina (metilamfetamina atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, merupakan obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, juga disalahgunakan sebagai narkotika. “Crystal meth” adalah bentuk kristal yang dapat dihisap lewat pipa. Metamfetamina pertama dibuat dari efedrina di Jepang pada 1893 oleh Nagai Nagayoshi. Jenis ini bersama zat perusak syaraf lainnya, beredar luas di Indonesia, sehingga pemeirintah perlu membentuk satu badanb khusus bernama BNN.

Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Polisi Oneng Subroto, Rabu, mengungkapkan, tes urine langsung dilakukan usai BNNP menangkap SD bersama rekannya berinisial LM di salah satu rumah di Jalan Cokroaminoto Kota Gorontalo, yang diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
Oneng juga mengungkapkan, sesuai laporan, SD sempat pingsan hingga tiga kali saat akan dimintai keterangan oleh penyidik. “Yang jelas kedua wanita ini belum ditahan.”

Sementara itu, Salahudin Pakaya Kuasa Hukum dari SD mengatakan kondisi kliennya saat ini dalam keadaan sehat.

Ia mengungkapkan, tim kuasa hukum dari SD yang berjumlah sembilan orang tersebut akan terus melakukan proses pendampingan.(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *