Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pulau Indonesia Dijual Online

Jakarta (fajarsumbar.com) - Masyarakat dihebohkan dengan unggahan sebuah situs jual beli pulau, privateislands.com belum lama ini. Pengelola portal ini  menawarkan salah satu pulau di Indonesia.

Adalah Pulau Ajab, salah satu pulau kecil yang ada di Bintan, Kepulauan Riau. Situs yang diduga berbasis di Kanada tersebut menawarkan Pulau Ajab untuk dibeli siapapun.


Ini bukan kali pertama pulau di Indonesia dijual online. 2012 lalu, situs yang sama juga memasang iklan penjualan Pulau Gambar di Laut Jawa dan Pulau Gili Nanggu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah, dalam hal ini menegaskan bahwa praktik jual beli pulau di Indonesia dilarang, dan tidak diizinkan. Namun lain halnya dengan sewa.

“Tidak boleh itu, enggak ada itu jual beli pulau,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno saat dihubungi detikFinance, Senin (15/1).

Havas mengatakan, isu soal jual beli pulau ini juga pernah terdengar beberapa tahun lalu. Sikap pemerintah tetap sama, yaitu tak mengizinkan pulau diperjualbelikan.
“Ini isu lama. Dulu, ada sudah lama sekali. Seingat saya, perdebatan muncul ini tahun 2007, 2006. Posisi pemerintah itu sudah jelas, jual beli pulau tidak boleh,” katanya.

Lain halnya bila pulau tersebut disewa dengan jangka waktu tertentu. “Jangan-jangan sewa, sewanya lama. Ada Hak Guna Bangunan (HGB),” tutur Arif Havas.

Dikatakan Havas, harus dipastikan terlebih dahulu definisi pulau dijual tersebut. Karena menurutnya, sebidang tanah di atas membeli tanah di atas pulau sah-sah saja, seperti membeli tanah di atas pulau yang besar.

“Kita ini kan negara kepulauan. Misalnya beli tanah di atas pulau Jawa kan itu boleh, tapi kalau beli pulau seutuhnya itu tidak boleh. Tak ada jual beli pulau!” ujarnya.
Tak hanya pulau Ajab, privateislandonline.com juga menawarkan pulau Toja Una-Una di Sulawesi Tengah untuk dijual. Namun tidak disebut harga yang ditawarkan. Hanya ditulis harga sesuai dengan permintaan.

Tak akan Disetujui
Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) M. Noor Marzuki memastikan tak ada pulau di Indonesia yang pernah dijual. Pasalnya, pulau termasuk ruang publik atau aset negara yang harus digunakan secara bersama-sama, bukan untuk kepentingan entitas tertentu.

Marzuki mengatakan, adapun penggunaan pulau bisa dilakukan dengan mekanisme hak guna bangunan (HGB) yang didapatkan dengan suatu cara tertentu. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN Nomor 9 Tahun 1999, tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Pengelolaan.

“Mungkin maksudnya sebagian pulau tersebut hanya dipakai. Seperti HGB (Hak Guna Bangunan), hanya pemakaian saja. Seperti di Pulau Sumatera itu kan juga ada perkebunan kan. Bukan dijual,” katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/1).

Hak guna bangunan hanya diperbolehkan untuk Warga Negara Indonesia (Pasal 32 ayat 1a PMA Nomor 9 Tahun 1999). Sementara untuk asing, hanya diperkenankan mendapatkan hak pakai. Jangka waktu masing-masing untuk hak guna dan hak pakai mencapai 30 tahun. “Kalau asing bukan HGB, kalau dia (asing), hak pakai,” jelasnya.

Marzuki sendiri mengaku sampai saat ini belum ada laporan terkait adanya penjualan pulau di Indonesia. Dia baru mengetahui hal tersebut melalui pemberitaan di media. “Jadi enggak pernah ada jual beli pulau. Tidak akan pernah disetujui satu pulau diserahkan ke satu tangan lain. Karena bagi kita, toh juga tidak akan mengesahkan. Kita enggak akan beri persetujuan,” pungkasnya. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *