Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Usai Diperiksa, Ustaz Zulkifli Diizinkan Dakwah Kembali


Jakarta (fajarsumbar.com) - Penyidik Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri memeriksa Ustaz Zulkifli Muhammad Ali sekitar 3 jam. Usai pemeriksaan, dia diizinkan kembali untuk berdakwah.

Proses penyidikan, kata Zulkifli, berjalan lancar dengan suasana cair.  “Saya merasa di rumah sendiri. Tadi Pak Dir (Direktur Cyber Bareskrim Polri) menyampaikan ‘untuk proses hukum yang sedang dijalankan adalah kewajiban polisi. Tapi Pak Ustaz diperkenankan kembali berdakwah’,” kata Zulkifli di Gedung Cyber Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (18/1).




Usai ke luar dari Gedung Bareskrim Polri, Zulkifli disambut ratusan orang dari FPI.  Massa menyambut sang Ustaz dengan bersalawat. Zulkifli sempat menyampaikan orasi sebelum massa membubarkan diri.

Sebagaimana dikutip VIVA.co.id, Zulkifli dilaporkan oleh seseorang karena diduga telah melakukan  ujaran kebencian yang berbau SARA dan memprovokasi. Ujaran  kebencian tersebut diduga dilakukannya saat memberikan ceramah  pada salah satu masjid di Jakarta, dan sempat menjadi viral di media  sosial.

Dalam ceramahnya itu, Zulkifli mengatakan, pada 2018 nanti banyak kaum muslimin yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum komunis, Cina, syiah dan liberal. Zulkifli dilaporkan dengan Laporan Polisi : LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017 lalu.
Dikawal FPI

Sebelumnya, Ustaz Zulkifli Muhammad Ali memenuhi panggilan penyidik Direktorat Cyber Bareskrim Mabes Polri, Kamis siang kemarin. Zulkifli datang sekitar pukul 13.30 WIB, dikawal ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Sebelum menjalani pemeriksaan, Zulkifli sempat memberikan keterangan. Dia mengatakan bahwa apa yang disampaikan dalam ceramah seluruhnya berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW. “Ketika ada BAP dan tanpa pendampingan kuasa hukum, saat rumah saya masih di Sumbar saya sudah tunjukkan bahwa saya berikan kitab sumber-sumber itu kepada yang mem-BAP saya,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, jika ceramahnya dianggap sebagai ujaran kebencian, maka akan sangat banyak ayat-ayat Alquran yang harus dihapus dan sangat banyak hadis Nabi yang ditiadakan.
“Oleh karena itu kami berharap pada penyidik dan media sampaikan lah bahwa semua yang kami sampaikan tidak pernah lepas dari tuntunan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *