Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Ustaz Payakumbuh Dijadikan Tersangka

Bareskrim Polri menetapkan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka kasus ujaran kebencian/SARA. Terkait hal tersebut, sang ustaz mengaku merasa ada yang aneh. “Kalau bagi saya, banyak yang terasa aneh di sini,” kata Zulkifli saat dihubungi detikcom, Rabu (17/1).


Zulkifli menceritakan awal mula polisi memeriksanya. Dia mengatakan polisi datang ke rumahnya di Payakumbuh, Sumatera Barat. “Kalau bagi saya, banyak yang terasa aneh di sini. Karena dulu awal datangnya bagus, silaturahmi. Ngobrol-ngobrol. Lalu tahu-tahu jadi BAP. Karena saya orang awam, tak tahu seluk-beluk soal ini, dan tak pernah ada kasus, menyambut saja dengan baik. Tapi tahu-tahu langsung BAP tanpa pendampingan kuasa hukum,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli mengaku diperiksa selama 3 hari. Zulkifli mengaku sempat meminta didampingi pengacara. Namun hal itu urung terjadi karena, menurut polisi, status Zulkifli masih diperiksa sebagai saksi.
“Dan langsung diminta tanda tangan BAP. Kemudian saya minta, ‘Lah ini kalau sudah begini kasusnya, saya minta didampingi saja oleh pengacara.’ Kata mereka, ‘Tak usah, Ustaz. Ini kan baru pemeriksaan saksi. Kami akan usahakan, perjuangkan, kalau Ustaz tak akan naik (statusnya),” ungkapnya.

Zulkifli mengaku sudah mengetahui soal penetapan nya sebagai tersangka. Dia sudah menerima surat panggilan dari Bareskrim Polri. “Baru kemarin saya terima suratnya. Surat panggilan untuk lanjutan penyidikan, tapi statusnya sudah sampai tersangka. Jujur saya kaget,” ucap Zulkifli yang mengaku siap untuk memenuhi panggilan tersebut.

Polisi menyatakan Zulkifli diduga melakukan ujaran kebencian/SARA dalam sebuah video berdurasi 2 menit. Video tersebut ditemukan beredar di dunia maya oleh Tim Patroli Siber Bareskrim.
Terkait dengan itu, Zulkifli mengatakan video tersebut disampaikan untuk lebih bersiaga. Dia mengaku tak pernah merekam dan menyebarkan video itu.

“Padahal kalau saya ingat, saya tak pernah sampaikan hal itu di luar kaum muslimin. Kemudian saya juga, hanya imbauan agar siap siaga, waspada. Saya berdasarkan info itu, sudah panas kan ya,” ucap Zulkifli.

“Tapi saat saya sampaikan itu ada yang merekam. Dan pas kejadiannya, terjadi kekacauan di Arab Saudi, banyak penangkapan. Lalu ada yang memviralkan kembali ceramah itu. Dan dengan ini saya dikejar dengan tuduhan ITE. Kalau dilihat ITE-nya, di mana? Kita UZMA Media tak pernah menyebarkan itu, bahkan tak pernah merekam,” sambungnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka kasus ujaran kebencian/SARA. Polisi menyatakan Zulkifli diduga melakukan ujaran kebencian/SARA dalam sebuah video berdurasi 2 menit.

“Penyidik telah mendapat dua alat bukti untuk menetapkan ZMA sebagai tersangka terkait video tersebut,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, ketika dimintai konfirmasi, Rabu (17/1).

Fadil mengatakan polisi telah menyelidiki ada atau tidaknya unsur pidana tersebut sejak November 2017. Video tersebut ditemukan beredar di dunia maya oleh Tim Patroli Siber Bareskrim. “Langkah penyelidikan sudah dimulai dari November 2017 atas laporan dan informasi dari Tim Patroli Siber,” jelas Fadil.

Status kasus ini lalu naik dari penyelidikan menjadi penyidikan pada awal Desember 2017. “Dan dinaikkan ke penyidikan pada awal Desember 2017,” sambung mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu.

Fadil mengatakan Zulkifli dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.“Dan atau Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana,” imbuh Fadil.

Siap penuhi panggilan
Ustaz Zulkifli Muhammad Ali mengaku siap memenuhi panggilan polisi. “Saya sudah sampaikan kepada AKBP Irwansyah, saya akan datang jika dipanggil,” kata Zulkifli.
Zulkifli akan didampingi LBH Dompet Dhuafa. Dia mengaku saat ini tengah dalam perjalanan ke Jakarta dari Payakumbuh. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *