Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Kembali Blokir By Pass

Padang (fajarsumbar.com) - Ratusan warga yang mengatasnamakan Forum Nagari Tigo Sandiang, memblokir jalan by pass, Padang, Selasa (27/2). Diblokirnya jalan itu akibat dari perkara tanah seluas 765 hektare.

“Aksi ini dilakukan setelah warga mendapat informasi petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan melakukan pengukuran tadi pagi,” kata Sekretaris Forum Nagari Tigo Sandiang, Evi Yandri Rajo Budiman.



Dijelaskan, sesuai hukum, terhadap objek tanah itu harusnya tidak dilakukan tindakan apapun. Hal itu mengingat gugatan intervensi yang telah dilakukan Forum Nagari Tigo Sandiang ke Pengadilan Negeri Padang terhadap BPN Padang serta Lehar sebagai warga yang mengklaim sebagai pemilik tanah 765 hektare.

“Seharusnya objek yang sedang berperkara tidak dilakukan tindakan apapun sebelum ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, termasuk pengukuran tanah,” jelasnya.
Sempat ada upaya perundingan antara pihak kepolisian dengan perwakilan Forum Tigo Sandiang. Namun pihak BPN tidak ada hadir. “Jadi saat ini kita masih akan tetap mempertahankan hak masyarakat, agar tanah ini jangan diukur dulu,” ujar Efriyandi Rajo Budiman.

Perlu diingat, katanya, pada tanah perkara itu sudah ditempati banyak orang dan masing-masing punya sertifikat. Sebelumnya, ratusan warga melakukan pemblokiran by pass Kilometer 16 dengan membakar ban bekas dari pukul 11.00 hingga sekitar pukul 14.00.

Dampak dari aksi tersebut bypass yang merupakan penghubungan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan Pelabuhan Teluk Bayur lumpuh.
Untuk mengantisipasinya, pihak kepolisian akhirnya mengalihkan arus kendaraan dari By Pass menuju jalan dalam kota. Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, mengatakan ada 500 personel yang diturunkan.

Kuasa hukum Forum Masyarakat Tigo Sandiang, Martry Gilang Rosadi mengharapkan, agar pihak BPN, menangguhkan pengukuran tanah maupun tindakan apapun sampai adanya keputusan hukum tetap, terkait permohonan yang dimohonkan Lehar cs. Tanah seluas 765 hektare itu mencakup empat kelurahan di Padang dan dihuni sekitar 4.000 Kepala Keluarga (KK). ”Kami berharap keadilan dalam menye lesaikan persoalan ini,” kata Martry.

Sebelumnya aksi serupa juga terjadi di wilayah itu, aksi demonstrasi yang diikuti dengan pemblokiran jalan By Pass Padang, Jumat (26/1) juga pecah.

Aksi ini dilakukan ribuan warga yang marah, karena tak kunjung adanya kejelasan hukum status tanah seluas 765 hektar yang mereka huni selama puluhan tahun dan sudah bersertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun kini digugat oleh ahli waris Maboet.

Informasi dihimpun, konflik ini muncul setelah kaum Maboet yang mengaku ahli warisnya ada tiga Safran, Bakri, Lehar namun ini belum pasti siapa ahli warisnya.

“Seharusnya penegak hukum memastikan siapa ahli waris Maboet baru melakukan tindakan dan kami dari Forum Nagari Tiga Sandiang baru memasukkan gugatan ke Lehar tanggal 23 Januari kemarin, baru tiga hari seharusnya wilayah yang disengketakan tidak boleh diutak-atik, harus status quo jadi kenapa harus ada tindakan seolah-olah aparat dan pemerintah semuanya berpihak,” kata  perwakilan dari Masyarakat Tigo Sandiang.(fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *