Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

5 dari 24 Sampel Sarden Mengandung Cacing

Padang (fajarsumbar.com) -  Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang mengirim 24 sampel ikan sarden ke pusat. Dari jumlah itu 5 sampel, positif mengandung cacing. Masing-masing sampel diambil dari berbagai daerah di Sumbar.

“Ada 24 jenis ikan kaleng yang kami uji, 5 di antaranya positif mengandung cacing. Sampel kami beli dari berbagai daerah,” sebut Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri pada Singgalang, Jumat (30/3).

Dikatakannya, sampel yang dikirim ke pusat di luar sampel ikan sarden yang awalnya booming mengan dung cacing. Jenis cacingnya anisakis sp. Menurut ahli, terang Martin, jenis cacing itu hidup di ikan sejenis.

“Dalam hal ini kami hanya menyegel produk berupa ikan kaleng di tempat penemuan. Kami tidak menyitanya, sebab yang bertugas menyita adalah pengadilan. Kami meminta pedagang untuk mengembalikan ikan kaleng yang mereka jual pada distributor,” terang Martin.
Sebelumnya, BBPOM Padang juga menyegel ribuan ikan kaleng bercacing merek Hoki. Ikan kaleng tak layak konsumsi itu ditemukan petugas di tiga daerah, yakni Padang, Tanah Datar dan Payakumbuh.

Sementara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan sebanyak 27 merek ikan makarel atau sarden kalengan positif mengandung parasit cacing atau cacing jenis Anisakis Sp. Pertama kali produk ikan makarel kalengan mengandung cacing ditemukan di wilayah Riau. Kemudian dikem bangkan BBPOM di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM RI, Penny K Lukito menyampaikan pada temuan pertama hanya ada tiga merek ikan sarden yang mengandung cacing. Namun, setelah pemeriksaan dikembangkan, temuan bertambah menjadi 27 merek.

“Dari 66 merek ikan makarel dalam kaleng yang terdiri dari 541 sampel ikan, ada 27 merek yang positif mengandung parasit cacing,” jelasnya

Dari 27 merek tersebut, 16 di antaranya merupakan produk impor dan 11 merek merupakan produk dalam negeri. Beberapa merek di antaranya produk yang kerap ditemukan di pasaran seperti ABC, King Fisher, Gaga, Pronas dan beberapa merek lainnya.

Penny mengatakan pihaknya menelusuri dan berkomunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait temuan ini. Koordinasi dengan KKP dilakukan untuk mengetahui asal usul produk dan bahan baku. Ikan makarel hanya ditemukan di perairan luar dan produk sarden dalam negeri yang dite mukan mengandung parasit cacing bahan bakunya di pasok dari luar negeri.

“Ikan makarel tak ditemukan di perairan Indonesia. Dan secara natural memang mengandung parasit cacing. Tapi tentunya menjadi tugas kami Badan POM untuk men jamin produk yang diproduksi di sini, diedarkan, dan dikonsumsi oleh masyarakat memenuhi standar-standar yang ada dikaitkan dengan hygienic (higienitas), keamanan, mutunya dan manfaatnya,” papar Penny.

Tindakan dari BPOM selanjutnya ialah menarik produk sarden kalengan dari pasaran. Dalam hal ini BPOM RI telah me minta kepada BBPOM di seluruh Indonesia melakukan penarikan. Selain itu juga pihaknya akan menyetop masuknya 16 merek sarden kaleng impor ke Indonesia. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *