Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Agar Mutunya Diakui Masyarakat, Disdik Padang Dorong Akreditasi Lembaga PAUDNI

Padang (fajarsumbar.com) - Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal dan Informal harus terakreditasi, sehingga diakui kualitasnya oleh masyarakat. Begitu juga Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Dinas Pendidikan Kota Padang (Disdik) terus mendorong agar semua lembaga tersebut terakreditasi, sehingga kepercayaan masyarakat meningkat. Begitu juga mutu dan kualitasnya anak didik yang dihasilkan tidak diragukan lagi.

"Dinas Pendidikan terus mendorong agar lembaga PAUD, LKP dan PKBM terakreditasi, sehingga mutu dan kualitasnya tidak diragukan lagi. Dampaknya kepercayaan masyarakat meningkat," ujar Kepala Dinas Pendidikan Padang yang diwakili Sekretarisnya Danti Arfan kepada wartawan di sela-sela kegiatan pelatihan akreditasi lembaga PAUDNI di salah satu hotel di Padang, Rabu (21/3).

Pelatihan akreditasi tersebut diikuti 71 peserta. Terdiri dari 71 orang dari lembaga PAUD, 5 dari lembaga kursus dan 5 peserta dari PKBM. Kegiatan itu dilangsungkan selama tiga hari 21-23 Maret.

Menurutnya, akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal. Akreditasi dilaksanakan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN PNF) untuk merealisasikan peningkatan mutu pendidikan non formal.

Menurutnya, Dinas pendidikan melalui bidang PAUDNI berupaya untuk mensosialisasikan akreditasi kepada lembaga PAUDNI yaitu lembaga PAUD, LKP dan PKBM.

Dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini disebutkan ada 8 standar yang harus dipenuhi oleh lembaga PAUD. Di antaranya standar tingkat pencapaian anak, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan lainnya.

"Standar ini satu kesatuan yang tak terpusahkan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD. Standar ini juga sebagai acuan dalam pengembangan, implementasi dan evaluasi kurikulum PAUD. Karena itu harus diperhatikan aspek-aspek tersebut agar PAUD menjadi lembaga yang berkualitas," jelasnya.

Ia berharap para tenaga pendidik PAUD harus berorientasi pada anak, yakni dengan mengoptimalkan perkembangan anak secara holistik dan integratif, melakukan stimulan pendidikan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani anak serta mempersiapkan pembentukan sikap,  pengetahuan dan ketrampilan anak.

Sementara itu, panitia pelaksana yang juga Kasi Lembaga PAUD, Lembaga Kursus dan Pelatihan PAUDNi, Osri Hendri menyebutkan pelatihan akreditasi itu agar peserta mengetahui mekanisme akreditasi PAUD, LKP dan PKBM. Diharapkan nantinya lembaga itu mampu menyiapkan lembaganya untuk diakreditasi.

"Pelatihan ini untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran yang berkualitas. Dengan adanya pelatihan ini semua peserta hendaknya mengikuti secara optimal agar mudah dalam mencukupi keperluan akreditasi," jelasnya.

Menurutnya berdasarkan data dari Dinas Pendidikan jumlah lembaga PAUD, LPK dan PKBM ada sekitar 400-an. Dari jumlah tersebut lebih separoh sudah akreditasi. "Kita harap ke depan jumlahnya terus meningkat, sehingga kualitas dan mutu lembaga tersebut diakui masyarakat," tambahnya.(andri)






Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *