Sumbar

Padang

Fajar Terkini

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hindari Pergaulan Bebas, Remaja Dibekali Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

Padang (fajarsumbar.com) - Remaja perlu dibekali pengetahuan kesehatan reproduksi agar tidak terjebak hal yang tidak diinginkan. Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi berawal dari kurangnya informasi, sehingga mereka mudah terjembak dari pergaulan bebas.

Hal itu dikatakan Pjs Walikota Padang, Alwis yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Heryanto Rustam saat membuka Bimtek Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bagi pengurus Pusat Informasi Konseling (PIK) remaja dan mahasiswa di salah satu hotel di Padang, Sabtu (17/3).

Menurut Heryanto, pada usia remaja paling banyak menghadapi berbagai masalah, karena berada pada masa transisi. Persoalan yang  sering dihadapi remaja, diantaranya pernikahan dini, pergaulan bebas, perilaku seksual pranikah yang sudah mulai menggurita.

"Saat ini ada tiga masalah besar yang sering dihadapi remaja, pergaulan bebas, narkoba dan penyakit AIDS. Sebagaimana data dari Depkes pada Desember 2010 sebanyak 45,48 persen dari 24.131 penghidap AIDS adalah remaja. Faktor penyebabnya lingkungan dan penyalahgunaan akses internet dan faktor lainnya," ujar dia.

Menurutnya, demi menimalisir agar perilaku negatif remaja tersebut Pemko melalui DP3AP2KB melaksanakan kegiatan KRR sebagai salah satu program memfasilitasi terwujudnya remaja 'tegar'. Remaja yang berperilaku sehat, terhindari dari resko triad KRR (seksualitas, napza, HIF dan AIDS).

Ia berharap selesainya bimtek yang diikuti 95 peserta yang terdiri dari 94 PIK terdiri dari pelajar, mahasiswa dan kampung KB tersebut dapat menjadi agen perubahan di sekitar lingkungan tempat tinggal. “Diharapkan nantinya para peserta dapat membentuk PIK Remaja dan juga diharapkan selalu aktif  dalam kegiatan kampung Keluarga Berencana (KB), bisa menjadi agen perubahan ,” harapnya.

Menurutnya, PIK remaja/mahasiswa telah berkembang di Padang. Saat ini  telah terbentuk 74 kelompok PIK remaja. Terdiri dari tahapan 42 tumbuh, 13 tegak, dan 19 tegar dan dikembangkan melalui basis sekolah dan perguruan tinggi.

Harapannya, melalui bimtek KRR itu, peserta dapat membantu pembentukan, pengembangan dan PIK remaja di sekolah dan kampus. "Kepada adik-adik peserta bimtek saya harapkan mengikuti kegiatan ini dengan baik, materi yang disampaikan nara sumber adalah bekal yang sangat berharga  yang merupakan jembatan emas untuk kalian di masa yang akan datang," tambahnya.

Sementara itu, panitia pelaksana yang juga Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KBK3), Elfian Putra Ifadi menyebutkan, kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku yang positif bagi remaja. Memberi pemahaman, kemampuan dan ketearmpilan anggota PIK remaja dalam mempromosikan dan mensosialisasikan pentingnya KRR melalui jaringan komunikasi dengan remaja sebaya.

Kegiatan itu menghadirkan beberapa nara sumber, dari Fakultas Kedokteran Unand, BKKBN provinsi dan dari DP3AP2KB  Kota Padang. Kegiatan itu dilangsungkan selama dua hari dengan peserta sebanyak 95 orang utusan sekolah, perguruan tinggi dan kampung KB. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *