Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Istri Chairul Tanjung Kagumi Mentawai

Mentawai (fajarsumbar.com) -  Ketangguhan perempuan Mentawai mendapatkan perhatian khusus dari wanita hebat Indonesia, penulis, pendiri CT Arsa Foundation sekaligus istri Chairul Tanjung, Ny. Anita Ratnasari Tanjung.

Wanita yang pernah menulis buku “Pesona Solo” tersebut, pada buku keduanya nanti akan mempublikasikan kehebatan sosok perempuan Indonesia, di antaranya ketanggguhan perempuan Mentawai, menjadi salah satu topik yang akan dikupasnya.

Hal itu diungkapkan Anita saat datang berkunjung ke Kepulauan Mentawai pada Minggu (4/3). Kedatangannya disambut bupati serta wakil bupati di Dermaga Tuapejat bersama Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Forkopimda Mentawai.

“Saya sedang menulis buku. Pada buku kedua saya menulis mengenai Indonesia, tapi saya mengangkat kaum perempuannya, kaum perempuan yang hebat di setiap tempat yang saya singgahi berikut keindahan alamnya. Selain itu juga mempromosikan keindahan-keindahan alam di Indonesia, khususnya budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan,” kata Anita kepada wartawan, usai memberikan sambutan.

Nanti, buku tersebut tidak hanya dipasarkan di Indonesia, namun juga akan diedarkan di berbagai negara, dengan tujuan agar ketangguhan perempuan Indonesia serta budayanya dapat dikenal lebih dalam oleh internasional, khususnya pelancong yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Bukannya tak beralasan, di tengah kemajuan zaman, di Mentawai, kaum perempuannya masih banyak yang tak mengenyam pendidikan sama sekali, namun sanggup untuk bertahan hidup, meski hanya untuk memenuhi kebutuhan dari hari ke hari.
Bahkan, sangat banyak perempuan Mentawai dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berladang yang menghasilkan komoditas lokal seperti pisang, keladi dan sagu.

Menurut Ketua TP-PKK Mentawai, Ny. Rosmaida Yudas, faktor alam serta budayalah yang membuat perempuan Mentawai menjadi tangguh. Sejak dahulu, berladang, sudah merupakan budaya masyarakat Mentawai. Budaya itu tak hanya dilakukan oleh kaum pria saja, namun juga kaum perempuan.

“Dari dulu, perempuan Mentawai terlibat aktif berladang dan menjadi nelayan. Memang mainset seperti itu mesti diubah. Perempuan Mentawai saat ini sudah mulai menanjak dan mulai bersaing dengan kaum pria. Kita sudah ada yang jadi Polwan, perawat dan lain sebagainya, meski itu masih hitungan jari,” papar Ny. Rosmaida Yudas saat memberikan sambutannya.

Dikatakannya, untuk mengubah mainset perempuan Mentawai yang masih melakoni aktivitas berladang dan nelayan tersebut, mesti dipupuk dengan pendidikan sejak dini. Selain itu juga turut memberdayakan perempuan pada berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan potensi diri melalui dasawisma-dasawisma yang dibentuk di setiap desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai. (ricky)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *