Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Kuota Haji Sumbar 4.592 Orang

Jakarta (fajarsumbar.com) - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, telah menandatangani keputusan menteri terkait penetapan kuota haji 2018. Dalam keputusan menteri agama itu, kuota haji 2018 ditetapkan sebanyak 221 ribu orang.

Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2018 tentang Kuota Haji Tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi itu ditandatangani pada 28 Februari 2018. Dari 221 orang itu, yang terbanyak adalah Provinsi Jawa Barat yakni 38.567 orang. Sedangkan kuota untuk Sumatera Barat 4.592 orang.

Berdasarkan Kepmen itu, kuota haji 221 ribu orang tersebut terdiri atas kuota haji reguler sebanyak 204 ribu orang, dan kuota haji khusus 17 ribu orang.

Sebagaimana dikutip VIVA.co.id, kuota haji reguler tersebut meliputi kuota jemaah haji reguler sebanyak 202.487 orang dan kuota petugas haji daerah 1.513 orang. Selanjutnya, untuk kota haji khusus terdiri atas kuota jemaah haji khusus sebanyak 15.663 orang dan kuota petugas haji khusus 1.337 orang.

Dalam lampiran keputusan menteri agama itu, Provinsi Jawa Barat memperoleh kuota haji reguler terbanyak, yakni 38.567 jemaah. Sementara itu, kuota haji reguler paling sedikit adalah Kalimantan Utara sebanyak 414 jemaah.

Menurut keputusan menteri agama itu, bila terdapat provinsi yang tidak memenuhi kuota haji reguler pada saat keberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi, sisa kuota provinsi yang bersangkutan dapat diberikan kepada provinsi lain dalam satu embarkasi.

Ongkos
Kementerian Agama pada Januari lalu memprediksi adanya kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kenaikan biaya ibadah haji 2018 diprediksi mencapai Rp900.670 jika dibandingkan dengan biaya haji tahun 2017.

“Kami memprediksi ada kenaikan Rp900.670,” ujar Lukman dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR waktu itu, sebagaimana dikutip KCM.

Menurut Lukman, Kementerian Agama memprediksi biaya ibadah haji pada 2018 Rp35.790.982. Biaya ini mengalami peningkatan jika dibandingkan biaya haji tahun 2017 yakni Rp34.890.312,00.

Lukman mengungkapkan, kenaikan biaya tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, kenaikan pajak pertam bahan nilai sebesar 5 persen yang ditetapkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kedua, naiknya biaya penerbangan yang disebabkan oleh kenaikan biaya avtur atau bahan bakar pesawat. Ketiga, penambahan makanan untuk jemaah haji yang sedang berada di Mekkah, yang awalnya 30 kali menjadi 50 kali.

“Tentu ini baru asumsi kami, ada kemungkinan penurunan. Kami masih terus menghitung,” ucap Lukman. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *