Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mahasiswa Asal Pasaman Demo di Kantor Gubernur


Padang  (fajarsumbar.com) - Puluhan mahasiswa asal  Pasaman melakukan aksi demo di kantor gubernur Sumatera Barat, Selasa (27/3). Mereka menuntut pencabutan izin tambang emas PT Inexco Jaya Makmur (IJM) karena diduga melakukan eksplorasi di luar kawasan yang ditetapkan.

Mahasiswa juga menilai kehadiran pertambangan telah menimbulkan konflik horizontal di daerah mereka. “Sebanyak 70 persen lahan yang dieksplorasi perusahaan tersebut adalah tanah ulayat masyarakat adat nagari (desa) Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto yang berada di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP),” kata orator aksi Hendra.

Dikatakannya, PT IJM memperoleh izin tambang melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Barat Nomor: SK Gubenur Sumatera Barat No:544-274-2017 tentang Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha Pertambangan.

Luas lokasi tambang mencapai 2.408 hektare yang berada di Jorong Sungai Beremas, Nagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman. Namun perusahaan diduga melakukan aksi penambangan di luar IUP. Pucuk adat nagari di Simpang Tonang telah membuat pernyataan tentang penolakan aktivitas PT IJM di nagari tersebut, namun tidak pernah digubris.

Masyarakat setempat tidak mendapat sosialisasi terkait analisis dampak lingkungan (Amdal) penambangan emas tersebut. Selain itu mereka juga melihat aktifitas di lokasi penambangan itu di luar lokasi yang telah diizinkan. Jika aktivitas PT. IJM dibiarkan, berpotensi menimbulkan konflik antar masyarakat di Kecamatan Duo Koto.

Lokasi tambang yang berada dekat pemukiman juga dikhawatirkan bisa merusak lingkungan dan berpengaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat. Mahasiswa menuntut PT IJM segera menghentikan kegiatan pertambangan dan keluar dari Kecamatan Duo Koto, serta meminta ketegasan sikap pemerintah dalam menindaklanjuti tuntutan penolakan masyarakat tersebut.

Mereka diterima Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar Nazwir, mewakili gubernur yang sedang berada di Amerika Serikat mengatakan pihaknya akan melaporkan tuntutan mahasiswa pada gubernur setelah pulang dari luar negeri.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Maswar Dedi yang juga berada di Amerika Serikat melalui WA mengakui PT Inexco Jaya Makmur memang telah mendapatkan izin dari provinsi. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *