Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Soal Penolakan DPRD Masuk Resort Mentawai, Menpar Angkat Bicara

Mentawai (fajarsumbar.com) - Rombongan wakil rakyat yang terdiri dari DPRD Mentawai dan DPRD Sumatera Barat (Sumbar) ditolak masuk ke salah satu resort di Kecamatan Sipora Utara, Mentawai, Minggu, 11 Maret lalu. Penolakan rombongan dewan itu terekam dalam video dan beredar ke publik.

Video berdurasi 3,5 menit itu memperlihatkan seorang anggota dewan sedang berdebat dengan dua warga negara asing. Suara seorang pria berbaju hitam itu terdengar meninggi.

"Anda tidak suka, saya tidak peduli. Yang pasti negara ini negara saya. Tanah ini tanah saya. Anda datang ke sini mungkin menyewa, tetapi harus hormati apa yang ada di sini," ujar pria berbaju hitam dalam video itu.

"Saya sudah berapa kali bilang selamat datang," ujar bule tersebut santai.

"Ini anggota DPRD provinsi dan wakil ketua DPRD di sini. Anda akan berurusan nanti. Kita akan bicarakan nanti. Kalau Anda tidak bisa lama di sini, saya yang akan pindah ke negara Anda," lanjut pria berbaju hitam itu.

Wakil Ketua DPRD Mentawai, Nikanor Saguruk membenarkan perselisihan di dalam video itu. Menurutnya, perselisihan itu terjadi lantaran rombongan anggota dewan dilarang masuk ke resort.

Nikanor menjelaskan, pria berbaju hitam yang sedang berdebat dengan warga negara asing itu merupakan Ketua DPW Nasdem Sumbar, Malkan Amin. Kedatangan rombongan yang berjumlah 11 orang ini untuk keperluan bersantai usai mengikuti Rakerda Partai Nasdem di Mentawai.

"Kami ingin refreshing. Sebelum ke resort, kami berputar-putar dengan kapal melihat pemandangan," ujarnya kepada Liputan6.com.

Sedangkan resort tersebut dipilih karena jaraknya dekat dengan lokasi pertemuan, yaitu di Pulau Makakang, Kecamatan Sipora Utara, Mentawai. Namun saat hendak bersandar, rombongan dewan dihampiri penghuni resort yang belum diketahui kewarganegaraannya. "Welcome. Saya bawa tamu,” ujar Nikanor sebelum kapalnya bersandar.

Bule tersebut langsung menyampaikan penolakannya. Dari situlah perselisihan dimulai. Nikanor mengaku sempat menemui pimpinan resort, namun tetap ditolak. Rombongan DPRD Mentawai pun akhirnya memilih pergi dan mencari resort lain untuk refreshing.

Kendati demikian, Nikanor menyayangkan kejadian ini dan telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Dinas Pariwisata juga polisi setempat.

Perihal itu dicoba dikonfirmasi (liputan6.com)
ke Kepala Dinas Pariwisata Mentawai, Desti Seminora. Namun yang bersangkutan tidak mengangkat telepon. Pesan melalui aplikasi perpesanan pun belum juga dibalas meski sudah dibaca.

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *