Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Oli Palsu Beredar di Sumbar

Padang (fajarsumbar.com) -Peredaran oli palsu memakai merek Federal Oil dibongkar anggota Direktorat Reserse Khusus Polda Sumbar. Sebanyak 538 kardus isi 24 botol dengan jumlah 10.512 botol pelumas merek Oil Federal Matic 30 10 W-30 dan Oil Federal Ultratec 20 W-50 isi 0’8 L disita aparat kepolisian.

Oli sepeda motor diduga palsu tersebut disita di Toko Aneka Sepeda, Simpang Lintas Lubuk Alung, Padang Pariaman, Rabu (21/3) sore.

Setelah dicek dan diuji oleh pemegang merek dan desain industri PT Federal Karyatama, sebagai produsen, ternyata pelumas atau oli sepeda motor merek Federal Oil Ultratec dan Federal Oil Matic yang dijual atau diperdagangkan oleh Toko Andeka Sepeda bukan merupakan produk PT Federal Karyatama.

Direktur Reskrimsus Pol da Sumbar, Kombes Margiyanta, di dampingi Kabid Humas, Kombes Syamsi dan Kasubdit I, AKBP Yudhistira, dalam siaran persnya, Rabu (28/3) mengatakan karena diduga palsu dan memakai merek Federal Oil, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolda Sumbar.

“Pemiliknya berini sial MSR (59) dan yang bersangkutan belum ditahan,” ujar Margiyanta.
Dikatakan, oli dengan kualitas di bawah standar itu diproduksi di Jakarta. Namun, salahnya dalam memproduksi memakai merek Federal Oil, padahal bukan produksi PT Federal Karyatama. “Kita sudah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk mengungkapkan kasus tersebut,” kata Margiyanta.

Pengakuan MSR, pelumas atau oli sepeda motor merek Federal Oil Ultratec dan Federal Oil Matic yang menggunakan merek dan desain industri seperti yang asli dibeli pada salah satu agen di Jakarta dengan harga yang lebih murah dari harga distributor resmi.

Federal Oil Ultratec dibeli Rp23.000 dan kemudian dijual seharga Rp28.000 hingga Rp31.000. Sedangkan Federal Oil Matic dibeli Rp25.000 dan dijual pada konsumen Rp29.000 hingga Rp35.000.
Setiap bulan tersangka dapat menjual atau memperdagangkan lebih kurang 7.200 botol oli. Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak setahun lalu.

Untuk daerah pemasarannya di seluruh wilayah Sumbar dan pada umumnya bengkel sepeda motor yang tidak resmi menjual oli tersebut. “Kita bersama pihak PT Federal akan merazia semua bengkel dan toko yang menjual oli di Sumbar,” ujar perwira menengah tersebut.

Pasal yang disangkakan, UU No.20/2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pasal 100 ayat 1,2, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara atau denda Rp2 miliar.

UU No.31/2000 tentang Desain Industri, pasal 54 dan UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 62 ayat 1 serta pasal 8 ayat 1 huruf a dan e, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *