Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Penerapan ABS-SBK Jangan hanya Tinggal Slogan

Kadisparbud Padang, Medi Iswandi mengalungkan
tanda peserta, Kamis (29/3).
Padang (fajarsumbar.com) - Perilaku masyarakat Minangkabau mulai terpengaruh akibat arus globalisasi. Hal itu dapat dilihat dalam gaya hidup masyarakat, khususnya di daerah perkotaan.

Cara berpakaian mereka mulai jauh dari Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Seperti, wanita yang berpakaian ala barat, pergaulan bebas dengan lawan jenis maupun sesama jenis, serta sopan santun yang mulai tergerus dengan sikap-sikap yang tidak baik.

Hal itu diakui Pjs Walikota Padang yang diwakili Kepala Dinas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang Medi Iswandi saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas dan pemahaman nilai-nilai ABS-SBK terhadap pewaris adat/generasi muda, Kamis (29/3).

Dikatakan Medi, ABS-SBK bertujuan untuk memperjelas kembali jati diri etnis minangkabau sebagai sumber harapan dan kekuatan yang mampu menggerakan ruang lingkup kehidupan.

Penerapan ABS-SBK merupakan kaloborasi antara adat dan agama yang diaplikasikan dalam kehidupan sosial budaya Minangkabau. Hal ini dapat dilakukan dengan pembinaan generasi muda di surau-surau, dan masjid yang ada disetiap keluarahan.

“Kegiatan seperti ini akan melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan agama, adat, dan falsafah hidup orang minangkabau,” katanya.

Penerapan ABS-SBK dalam kehidupan sehari-hari, dapat mengantisipasi penyakit masyarakat yang sering terjadi belakangan ini. Contohnya saja kenakalan remaja, judi, miras, narkoba, dan pelecehan seksual. Fenomena ini terjadi karena rendahnya pemehaman dan pengamalan ajaran agama, adat dan budaya pada generasi muda.

“Kita tidak ingin penerapan ABS-SBK hanya tinggal slogan yang dijual sebagai kearifan lokal, sarana promosi kebudayaan dan pariwisata. ABS-SBK tidak boleh tinggal menjadi kenangan indah,”sebut Medi.

Sementara itu, Kabid Seni dan Budaya Disparbud Padang, Rinaldi Kasim mengatakan, tujuan kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman nilau-nilai ABS-SBK kepada genarasi muda.

Kegiatan yang diikuti 55 orang itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda sebagai pewaris ABS-SBK. Sehingga karakter ABS-SBK tidak hilang pada mereka.

“Pemko Padang berharap melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya minangkabau dapat tetap dilestarikan. Penyakit masyarakat dapat ditekan dan hilang,” katanya. (fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *