Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Teddy Layak Jadi Camat Terbaik Kota Padang

Padang (fajarsumbar.com) - Teddy Antonius, Camat Nanggalo layak jadi camat terbaik tingkat Kota Padang Padang 2018. Sebab camat muda yang sudah banyak buat menciptakan inovasi. Salah satunya membuat kampung tertinggal jadi kampung berseri.

"Saya rasa Camat Nanggalo Tenddy Antonius ini layak jadi camat terbaik 2018 tingkat Kota Padang. Sebab beliau sangat respons dan cepat tanggap berbagai permasalahan di tengah-tengah masyarakat sering buat gebrakan. Beliau sangat dekat semua kalangan," ujar ujar salah seorang tokoh masyarakat yang juga ninik mamak di Kecamatan Nanggalo, Maigus Nasir, Selasa (6/2).

Ungkapan, Maigus Nasir yang juga ustaz dan mantan anggota DPRD Padang itu saat memberikan sambutan di hadapan tim penilai Lomba Kompetensi Camat tingkat Kota Padang itu cukup beralasan. Sebab Teddy camat muda itu sudah banyak membuat inovasi di Kecamatan Nanggalo. Salah satu yang tidak bisa dilupakan kecamatan tersebut menyulap kampung tertinggal jadi kampung berseri.

Kampung tertinggal yang dimaksud Maigus tersebut, Pagang Dalam, Kelurahan Kurao Pagang. Daerah tersebut sebelumnya merupakan daerah yang agak terpencil dibandingkan daerah lain di kecamatan tersebut. Sebelumnya akses jalan menuju Pagang Dalam hanya bisa dilalui kendaraan roda dua melalui jembatan kayu yang dikenal masyarakat dengan jembatan babuai.

Masyarakat yang berada di Pagang Dalam sudah sejak lama menginginkan jembatan babuai itu dibangun menjadi jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Sebab tidak sedikit dari warga yang jatuh ke dalam sungai saat melewati jembatan itu, apalagi saat malam hari.

Harapan masyarakat dibangun jembatan permanen, Pagang Dalam mudah diakses dan bangkit menjadi daerah yang berkembang akhirnya terwujud. Kini akses ke daerah tersebut sudah lancar karena sudah dibangun jembatan yang permanen. Masyarakat sekiter juga menghibahkan tanahnya untuk membangun jalan, sehingga daerah tersebut kini sudah mulai berkembang.

"Harga tanah dahulunya hanya Rp600 ribu semeter, tapi sejak sudah adanya jembatan permanen dan dilalui kendaraan roda empat, harga tanah melonjak jadi Rp1,5 juta satu meter. Ekonomi masyarakat sekitar sudah mulai membaik, apalagi kampus sana akan berdiri sebuah perguruan tinggi," tambahnya.

Menurutnya, lakek tangan, Teddy juga tidak diragukan lagi. Berbagai inovasi untuk peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat telah diperbuat sebagai bukti keseriusan menjalankan tugas pokoknya.

Menurut Maigus, selain meningkatnya semangat pemberdayaan, salah satu yang sangat disyukuri masyarakat Nanggalo adalah pembangunan kampung tertinggal menjadi kampung yang berseri, tepatnya di Kampung Pagang Dalam Kelurahan Kurao Pagang. Kampung itu bisa dikatakan terisolir karena terletak di seberang sungai tanpa akses jalan dan jembatan yang representatif.

"Camat bersama warga setempat bergerak untuk keluar dari ketertinggalan tersebut. Warga menghibahkan tanah dan tanaman mereka untuk jalan dan pembangunan jembatan diusulkan sehingga sekarang sudah dapat dinikmati," ungkap Maigus.

Ia berharap dalam penilaian nanti, apa yang telah dilakukan camat Teddy Antonius bersama warga di Pagang Dalam menjadi salah satu poin lebih, di samping inovasi di bidang pelayanan dan peningkatan ekonomi yang dilakukan. "Apa yang dilakukan camat untuk pembangunan kampung Pagang Dalam diharapkan menjadi poin lebih dalam penilaian ini," katanya.

Sementara itu, Camat Nanggalo Teddy Antonius menyebutkan, berbagai inovasi yang dilakukannya itu demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Semuanya gebrakan itu pun dapat dukungan semua pihak, Forkompimka, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda dan lainnya. Sebab semua yang dikerjakan itu tanpa dukungan semua pihak, mustahil akan berjalan maksimal. "Saya ucapkan terima kasih semuanya, tanpa bisa saya sebutkan satu persatu," tambahnya.

Selain itu, camat juga buat gebrakan dengan menjadikan Nanggalo sebagai kecamatan literasi. Untuk pelaksanaan gagasan tersebut, dilakukan kerjasama dengan STKIP PGRI Sumatera Barat. Pencanangan kecamatan literasi ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat terutama generasi muda yang dewasa ini lebih banyak bermain gadged.

"Kondisi ini disikapi dengan memaksimalkan fungsi perpustakaan yang ada
di kantor-kantor, masjid dan sekolah serta yang bersifat bergerak dengan memanfaatkan becak motor atau mobil," kata Teddy Antonius.

Ketua tim penilai, Sultani Wirman mengatakan, dari penilaian ekspos sebelumnya Camat Nanggalo masuk nominasi terbaik. Saat ini tim akan melakukan wawancara dengan kelompok masyarakat dan melakukan kunjungan lapangan untuk membuktikan yang telah dilakukan camat sesuai dengan aspek-aspek penilaian. "Kunjungan ke lapangan untuk wawanca
ra dengan kelompok masyarakat terkait aspek-aspek penilaian,"kata pamong senior itu.

Adapun pada acara penilaian ini, hadir para tokoh dari seluruh elemen masyarakat yang turut memberikan dukungan untuk camat muda ini.(fs-001)


Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *