Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Dinas Pariwisata Padang tak Berdaya Atasi Parkir Dua Kali di Pantai Air Manih

Padang, fajarsumbar.com - Pungutan liar berupa pakir bayar dua kali dan tarif maka
nan serta minuman yang masih mahal masih menyelimuti objek wisata Pantai Aia Manih, Padang, Sumbar. Namun, Dinas Pariwisata terkesan tak mampu mengatasinya dan melakukan pembiaran.

Pengunjung cukup kecewa dan meminta instansi terkait untuk menyelesaikannya supaya pariwisata Padang tak tercoreng oleh tindakan oknum masyarakat tersebut.

Seorang pengunjung Pantai Aia Manih, Marni kemarin mengatakan, dirinya sangat senang dengan sudah dibenahinya Pantai Aia Manih dan akses jalan baru yang telah dibuka. Di balik itu, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi.  Mulai dari parkir kendaraan yang harus bayar dua kali dan harga makanan yang jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan objek wisata lainnya.

Dikatakannya, orang pergi berwisata tersebut bukan hanya sekadar melihat keindahan alam tetapi bagaimana mendapatkan rasa yang aman dan nyaman. Pola lama dengan sistem pakuak harga dan membayar lebih dari satu kali ketika memasuki objek wisata bukan zamannya lagi.

Sistem seperti itu harus dibuang jauh-jauh dan dalam hal ini tentu Dinas Pariwisata bisa menyelesaikan persoalan ini dan bekerja maksimal.

Marni mencontohkan, harga kelapa muda saja di Pantai Padang pedagang menjual Rp5.000/buah, sementara di Pantai Aia Manih lebih dari itu.

Dia meminta kepada instansi terkait tersebut bisa membuat harga yang lebih wajar dan dibuatkan tarifnya yang jelas, sehingga tak ada lagi pengunjuang dipakuak ketika datang ke objek wisata.

Pada tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Medi Iswandi mengatakan, tingginya harga makanan dan minuman menurutnya itu bukan persoalan utama.

Menurutnya, bila pengunjung merasa mahal belanja di Pantai Aia Manih bawa saja makanan dan minuman dari rumah. “Kapan lagi masyarakat kecil kita mendapatkan keuntungan dari pengunjung. Kenapa masyarakat kecil kita menjual makanan agak tinggi kita ribut. Sementara hotel menjual makanan dan minuman tinggi bagi kita biasa saja,”ujarnya.

Lalu, persoalan pakir Pemko sudah menyediakan parkir gratis di dekat mushalla. Pengunjung yang membayar parkir dua kali adalah yang ingin kendaraannya dekat ke pantai. Ditambahkannya, persoalan pungli bukan tanggung jawab Dinas Pariwisata namun kepolisian. (fs-007)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *