Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Korut-Korsel Berdamai, AS Kalimpasingan


Jakarta, fajarsumbar.com- Perang Korea adalah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan yang terjadi sejak 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953.

Perang ini juga disebut "perang yang dimandatkan" antara Amerika Serikat bersama sekutu PBB-nya dengan komunis Republik Rakyat Tiongkok yang bekerjasama dengan Uni Soviet (juga anggota PBB).

Peserta perang utama adalah Korea Utara dan Korea Selatan.

Sekutu utama Korea Selatan adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris Raya, meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB.

Sekutu Korea Utara, seperti Republik Rakyat Tiongkok menyediakan kekuatan militer, sementara Uni Soviet saat itu yang menyediakan penasihat perang, pilot pesawat, dan juga persenjataan untuk pasukan Tiongkok dan Korea Utara.

Perang Korea secara resmi belum berakhir. Kini setelah bertahun-tahun perang saudara itu akhirnya berakhir.

Berakhirnya Perang Korea ditandai dengan pertemuan Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In, Jumat (27/4/2018).

Warga Korea Selatan pun antusias dan terharu melihat momen jabat tangan Kim Jong Un dan Moon Jae In.

Kim Jong Un baru saja mencatat sejarah sebagai pemimpin Korut pertama yang menjejakkan kaki di Korea Selatan.

Momen bersejarah itu terjadi ketika ketika Kim Jong Un melintasi garis perbatasan setelah menjabat tangan Presiden Korea Selatan Moon Jae In yang menyambutnya sebelum melakukan pertemuan di Desa Panmunjom, Jumat (27/4/2018).

Momen langka ini tentunya menarik perhatian dunia, termasuk warga Korea Selatan.

Kabarnya rating penonton untuk momen jabat tangan dua presiden Korea ini mencapai 34.06% penonton!

Tak hanya itu, netizen pun mengaku senang dan terharu melihat momen bersejarah ini.

"Saya mulai bertepuk tangan tanpa menyadarinya ... Saya harap semuanya berjalan dengan baik ..."

"Untuk pertama kalinya dalam 50 tahun sejak perang Korea, momen ini menandai pemimpin Utara melangkah ke daratan Selatan ..."

"Saya harap jabat tangan ini menandai awal dari penyatuan dan perdamaian dunia"

"Aku terharu"

"Aku mulai tersedak ... sungguh perasaan aneh," kata seorang netizen.

Kim Jong Un mengaku dipenuhi emosi ketika melintasi perbatasan ke Korsel.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea Ketiga dimulai dengan aksi simbolis yang dilakukan oleh Kim Jong Un dan Presiden Korsel, Moon Jae In.

Moon menunggu Kim di depan garis yang menjadi pembatas Korsel dan Korut.

Setelah bersalaman, Kim kemudian menjejakkan kakinya di wilayah Korsel.

"Sangat mudah. Mengapa baru melakukannya sekarang setelah 11 tahun lamanya?" kata Kim Jong Un seperti dikutip Korea Herald, Jumat (27/4/2018).

Ucapan Kim Jong Un itu merujuk KTT Antar-Korea Kedua yang berlangsung di Pyongyang, ibu kota Korut, pada 2-4 Oktober 2007.

Kim Jong Un menjadi Pemimpin Korut pertama yang menginjakkan kakinya di Korsel sejak Perang Korea yang berlangsung 1950-1953.

Kim dan Moon kemudian berjalan menuju Rumah Perdamaian, lokasi KTT yang terletak di zona demiliterisasi Panmunjom.

"Saya telah berjalan sejauh 200 meter melintasi perbatasan. Saya sangat emosional," ujar pemimpin yang berkuasa sejak 2011 tersebut.

Kepada Moon, Kim berkata bahwa dia datang untuk memulai hubungan antar-Korea yang baru.

Pemimpin yang dipercaya berusia 36 tahun itu berujar, dia paham terdapat keraguan yang dilayangkan banyak pihak jika melihat dua KTT sebelumnya.

Pada KTT 2000 dan 2007, ayah Kim sekaligus Pemimpin Korut sebelumnya, Kim Jong Il, menyambut Pemimpin Korsel dengan pawai meriah.

Namun, hubungan dua Korea itu memburuk setelah kalangan konservatif mengambil alih kekuasaan di Korsel pada 2008.

Pyongyang kemudian memutuskan untuk kembali melakukan pengembangan senjata nuklir, dan program rudal balistik.

Kim berkata, dia datang dengan sinyal memulai sejarah baru hubungan kedua negara yang dilandasi pemikiran jujur, serius, dan terbuka.

"Tidak seperti masa lalu di mana kami gagal memenuhi kesepakatan yang ada, saya datang dengan keinginan untuk memenuhi ekspektasi," jelas Kim.

Moon merespon Kim dengan memujinya karena telah bersedia untuk melintasi perbatasan ke Korsel.

Moon berharap, dia dan Kim dapat membuat sebuah "keputusan yang tegas", sehingga menjadi hadiah bagi seluruh rakyat Korea maupun dunia yang menginginkan perdamaian.

"Saya rasa, kita berdua memikul tanggung jawab yang besar di pundak kita masing-masing," kata Moon kepada Kim.

"Ketika Anda melintasi garis militer ini, Panmunjom telah menjadi simbol perdamaian, bukan lagi simbol pemisah," kata Moon kembali.

Menurut unggahan pemerintah Korea Selatan lewat akun @TheBlueHouseKR di Twitter, Kim menuliskan sesuatu setelah menandatangani buku tamu di Gedung Perdamaian.

"Sejarah baru dimulai, sebuah tahun perdamaian di tonggak awal sejarah," tulis Kim Jong Un.

Dari pertemuan tersebut, pihak Korea Selatan dan Korea Utara menghasilkan Deklarasi Panmunjom.

Berikut 9 poin dari Deklarasi Panmunjom melansir dari Korea Times.

(1) Dua negara Korea tersebut setuju untuk mengumumkan berakhirnya Perang Korea yang telah ditangguhkan sejak perjanjian gencatan senjata pada tahun 1953.

(2) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menetapkan denuklirisasi sebagai tujuan bersama dan bekerja sama untuk membuat Semenanjung Korea bebas nuklir.

(3) Presiden Korea Selatan, Moon Jae In akan mengunjungi Pyongyang di musim gugur.

(4) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menghentikan berbagai tindakan bermusuhan baik di tanah, di udara dan di lautan.

(5) Mulai 1 Mei, dua negara Korea tersebut akan menghentikan siaran propaganda di perbatasan antar-Korea.

(6) Dua negara Korea tersebut akan mendirikan kantor penghubung yang dioperasikan bersama di Gaeseong, Korea Utara.

(7) Pada 15 Agustus, kedua negara Korea tersebut akan menjadi tuan rumah reuni keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea 1950-53.

(8) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menghubungkan kembali kereta api antar-Korea di Pantai Timur.

(9) Dua negara Korea tersebut akan bersama-sama berpartisipasi dalam Asian Games 2018.

Tentu saja pertemuan Kim Jong Un dan Moon Jae-in menjadi pusat perhatian dunia, tak terkecuali presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Lewat cuitan di Twitter-nya, Trump memberikan tanggapan terkait hasil dari pertemuan Korea Selatan dan Korea Utara.

"Setelah tahun-tahun menegangkan dari peluncuran rudal dan uji coba Nuklir, sebuah pertemuan bersejarah antara Korea Selatan dan Korea Utara saat ini tengah berlangsung.

Hal-hal baik sedang terjadi, tapi hanya waktu yang akan memberi tahu!" tulisnya.

"Prrang berakhir
Amerika Serikat, dan semua orang-orang HEBAT, harus sangat bangga dengan apa yang saat ini terjadi di Korea!" tambah Donald Trump. (fs-015)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *