Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Mitra Binaan Kebagian Rp9,2 Miliar dari Semen Padang


Padang (fajarsumbar.com) -
PT Semen Padang melalui Biro Corporate Social Responsibility (CSR) pada 2018 ini menyiapkan anggaran mencapai Rp9,2 miliar untuk program kemitraan. Anggaran tersebut dipergunakan untuk modal usaha mitra binaan, serta hibah kepada mitra binaan salah satunya berupa pelatihan.

Sebagai wujud pengembangan mitra binaan tersebut, pada Senin (9/4) hingga Selasa (10/4), PT Semen Padang memberikan pelatihan tahap 1 kepada 77 UKM mitra binaan dan 23 perwakilan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di provinsi sumatera Barat di Wisma Indarung PT Semen Padang.

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto ketika menutup pelatihan  berpesan kepada pelaku usaha agar ilmu yang mereka dapat dalam pelatihan tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan usaha masing-masing.

Tri menegaskan, program kemitraan ini dana bergulir. Dipinjamkan kemitra binaan dikembalikan dan disalurkan pada mitra binaan lain.

“Saya berharap kedepannya ada pro aktif dari pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada disini adalah mitra binaan kami. Artinya ibu-ibu sudah mulai bisa mandiri dalam segi usaha, sebab itu kedepannya juga diharapkan dari yang ada di ruangan ini nantinya juga bisa ditularkan pada calon mitra binaan lain,” kata Tri.
Ia mengingatkan, dalam menjalankan usaha ada tiga hal penting yang harus diperhatikan yakni faktor produksi, keuangan, dan penjualan atau pemasaran.

“Semen Padang berkomitmen membantu hal tersebut terhadap mitra binaan sebab itu pelaku usaha harus fokus dibidang masing-masing. Satu saat produknya bisa juga masuk Galeri Balanjo jika kualitas produknya sudah standar dan bisa diterima konsumen,” jelasnya.
Setelah bisa menjaga kualitas produk, mitra binaan menurutnya bisa melangkah lebih jauh untuk menjadi pengusaha sukses, tidak lagi bergantung pada bantuan PT Semen Padang.

“Mitra binaan jika telah besar bisa menjadi mitra binaan dari pihak perbankan dengan bantuan yang jauh lebih besar untuk mengembangkan usaha, Syaratnya tentu dari segi produk, keuangan, dan pemasaran telah tertata dengan baik,” tambahnya.

Total anggaran yang dialokasikan Semen Padang untuk 77 UKM mitra binaan dan 23 perwakilan Industri Kecil Menengah (IKM) itu sebesar Rp 1 miiar. Hadir pada penutupan pelatihan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Zirma Yusri,   Motivator & Trainer In Indonesia Master Marketing Restoration & Finance, Dedi Vitra Johor, dan Kepala Biro CSR Semen Padang Muhammad Ikrar.
Kepala Biro CSR Semen Padang Muhammad Ikrar, mengatakan, pelatihan yang berlangsung dua hari itu dilakukan untuk kepentingan mitra binaan dalam mengembangkan usaha mereka.

“Kita menyadari untuk membantu usaha masyarakat tidak hanya bisa berfokus pada bantuan modal yang selama ini banyak dilakukan pihak lain. PT Semen Padang dalam hal ini mengambil peran terhadap mitra binaan tidak hanya memberikan bantuan berupa modal usaha, tapi kita juga memberikan pelatihan agar penerima bantuan dapat mengembangkan usaha mereka dengan baik, sesuai dengan bidang usaha yang mereka jalankan masing-masing,” kata Ikrar.

Ikrar menambahkan, pihaknya menyadari  untuk mengembangkan usaha tidak melulu persoalan modal, namun juga harus ada ilmunya dan ini menjadi fokus dalam pelatihan yang kami berikan.
“Semen Padang berpikir bagaimana agar setiap pelaku usaha kecil dan menengah ini bisa cepat mandiri, jadi harus ada bekal untuk mengurangi risiko.

PT Semen Padang dalam hal kemitraan tersebut, juga menekankan agar pelaku usaha yang menjadi mitra binaan mereka dapat menjadi pengusaha besar yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kemajuan dan perekonomian masyarakat di daerah ini,” katanya.

Motivator & Trainer In Indonesia Master Marketing Restoration & Finance, Dedi Vitra Johor dalam  paparannya  menyampaikan selama ini yang paling menjadi kendala dalam mengembangkan usaha oleh UKM adalah terkait mindset atau cara berpikir mereka. “Ini yang perlu diubah dalam mengembangkan usaha, seberapa bagus pun ide tidak akan berjalan jika mindset-nya tidak diubah kearah yang positif. Hampir di seluruh provinsi yang saya datangi hal ini merupakan kendala pertama yang dihadapi pelaku usaha agara mereka menjadi maju,” kata Dedi.

Dedi menambahkan,  dalam dua hari pembeklan ia  memberikan motivasi dan juga memberikan kiat-kiat bagaimana para pelaku usaha yang hadir ini untuk dapat sukses dan mengembangkan usahanya kedepan.

Selain itu pelaku usaha juga diajarkan bagaimana mengembangkan produk dengan mengutamakan kualitas sesuai dengan permintaan konsumen, merancang pembukuan yang baik seperti uang masuk dan uang keluar atau akuntansi, hingga distribusi produk yang baik sehingga setiap usaha yang dijalankan dapat terus bertahan.(fs-001)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *