Sumbar

Padang

Fajar Terkini

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Museum Adityawarman Pamerkan Keramik Kuno

Kabid Museum dan Purbakala Disbud Sumbar, Syaifullah didampingi
Kepala UPTD Museum Adityawarman, Edi Saputramenggunting pita
tanda diresmikannya pameran keramik kuno, Kamis (26/4/2018)
Padang, fajarsumbar.com - Museum Adityawarman memamerkan keramik kuno yang berasal dari dua dinasti. Hal itu dimaksudkan untuk menggaet jumlah pengunjung ke objek wisata bersejarah itu lebih banyak lagi.

Ada puluhan koleksi keramik dua dinasti yang ditampilkan. Dinasti Ming, dan Dinasti Qing. Selain itu juga menampilkan koleksi keramik dari Eropa, Cina, Jepang, India. Begitu juga memamerkan keramik dari berbagai daerah Kalimantan Barat, Jawa Barat dan Sungai Penuh, Kerinci serta dari Sumatera Barat

Keramik-keramik zaman purbakala, Cina, Eropa dan keramik lokal itu dipamerkan di Museum Adityawarman mulai Kamis (26/4). Pameran itu dibuka Kepala Dinas Bebudayaan Sumbar yang diwakili Kabid Museum dan Purbakala, Syaifullah. Saat bersamaan juga diadakan rakor pameran regional se-Sumatera.

Keramik kuno, benda bersejarah itu dalam bentuk mangkuk, piring, sendok, buli-buli, guci, teko, tempayan, botol, kendi dari berbagai negara. Tak kalah menariknya juga dipamerkan keramik berasal dari daerah Singkawang, Kalimantan Barat, Pleret, Jawa Barat dan Sungai Penuh, Kerinci.

Pada pameran tersebut memajang keramik Eropa sebanyak 3 vitrin (lemari pajang), keramik cina 3 vitrin, keramik Cina (dari kapal tenggelam) 1 vitrin. Begitu juga keramik Jepang, India dan keramik dari Indonesia atau lokal 2 vitrin. Semua keramik tersebut adalah sumbangan dari berbagai kolektor juga dibeli Museum Adityawarman.

Kepala Disbud Sumbar yang diwakili Kabid Museum dan Purbakala, Syaifullah saat membuka pameran menyebutkan, pameran keramik itu, selain untuk mengenang benda-benda kuno juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada generasi tentang sejarah masa lampau.

Seperti sejarah masa lampau Dinasti Ming (1369-1644) dan Dinasti Qing (1645-1912). "Pameran ini memancing pengunjung ke Museum Adityawarman, terutama pelajar dan mahasiswa," ujarnya.

Melihat benda sejarah yang dipamerkan
Hadirnya bendara bersejarah dari ribuan tahun lalu itu tentu banyak terdapat cerita misteri. Cerita di setiap barang antik itu berbeda-beda. "Semuanya itu tidak bisa dinilai dari segi uang, pada keramik itu banyak terkandung nilai sejarah di dalamnya,” tambah Syaifullah.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Adityawarman, Edi Saputra menyebutkan, pameran keramik itu juga dibarengi dengan rapat koordinasi (rakor) regional museum se-Sumatera, tentang senjata tradisional daerah.

Rakor yang dihadiri para kepala museum dari Sumatera itu dimaksudkan sebagai sarana konsolidasi serta kaji ulang berbagai kebijakan.

Sehingga dapat dirumuskan suatu keluaran berupa kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam upaya optimalisasi pelestarian nilai budaya.

Rakor yang bertemakan senjata itu juga dimaksudkan menjalin hubungan dengan kepala museum se sumatera lebih erat lagi.(andri) 

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *