Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tiga Calon Sekdaprov Sumbar Sama-sama Berpeluang

Padang, fajarsumbar.com -Tiga calon Sekdaprov sudah lolos dari penilaian tim Panitia Seleksi (Pansel) tingkat provinsi. Tiga nama itu (berdasarkan abjad) adalah Abdul Gafar, Alwis dan Novrial. Semuanya pejabat eselon II a di lingkungan Pemprov Sumbar.

Sekdaprov Dr. Ali Asmar yang juga wakil ketua pansel jabatan Sekdaprov ini menyebutkan, hasil ini disampaikan ke gubernur, kemudian dikirim Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN), lalu lanjut menuju Mendagri hingga ke Tim Penilai Akhir (TPA) Sekretaris Negara, sebelum ditetapkan satu nama oleh Presiden.

Lantas dari tiga nama ini, siapa yang berpeluang menggantikan Ali Asmar sebagai Sekdaprov yang terhitung 1 Agustus mendatang, resmi pensiun?

“Ketiga nama tersebut masing punya peluang sama. Tidak jaminan, yang memiliki nilai tinggi, otomatis ditetapkan sebagai Sekdaprov atau sebaliknya, yang miliki nilai terendah, otomatis tidak terpilih,” kata mantan Sekdaprov Sumbar Rusdi Lubis.

Menurutnya, hasil penilaian Pansel itu menyangkut kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial. Tiba di TPA Sekretaris Negara, bobot penilaiannya tentu lebih dalam lagi dan lebih menyeluruh.

Dia pun berpendapat, karena user-nya gubernur, bisa saja gubernur memberikan rekomendasi baik secara tertulis maupun lisan kepada TPA Sekretaris Negara atau pihak TPA Sekretaris Negara yang menanyakan kepada gubernur, dari tiga nama itu, mana yang akan dipakai.
Berikut potret tiga calon Sekdaprov tersebut (berdasarkan abjad).

1. Abdul Gafar
Di lingkungan Pemprov, nama Abdul Gafar sudah tidak asing lagi. Bahkan dari tiga nama tersebut, Gafar yang paling lama mengabdi, sejak 1983, hingga sekarang. Berbagai jabatan sudah pula diamanahkan pimpinan kepada putra Tanah Datar ini.

Sebelum Kepala Dinas Sosial, yang dijabatnya sejak 2012 hingga sekarang, Gafar menjabat Kepala Biro Sospora Setdaprov selama hampir empat tahun. Dia diangkat oleh Gubernur Gamawan Fauzi pada 2008.

Di era Gubernur Zainal Bakar, Gafar yang masih sebagai PNS muda juga mendapat kepercayaan. Menjadi Kabag Tata Usaha Biro Keuangan Setdaprov, satu di antara jabatan strategis ketika itu, yang tidak bisa ditempati oleh sembarang orang saja.

Tak heran, sejumlah PNS di rumah bagonjong menyebut, sosok Gafar adalah contoh tauladan bagi ASN yang bekerja profesional sehingga berganti gubernur, tetapi dia tetap dipakai. Hal ini pula yang mendasari, peluang Gafar cukup besar.

“Dengan Gubernur Irwan Prayitno juga termasuk orang yang berada di ring satu. Cukup sering diajak Gubernur Irwan kunjungan kerja ke daerah,” kata seorang pejabat yang enggan disebut namanya.
Optimal dan sungguh-sungguh mengamalkan tugas yang diberikan pimpinan itu pula, Gafar dipercaya dua kali menjadi kepala daerah. Sebagai Pj. Walikota Bukittinggi (Agustus 2015-Februari 2016) saat Pilkada serentak 2015 dan Plt. Walikota Sawahlunto (saat ini).

Berbagai jabatan pernah diamanahkan kepadanya, di Sekwan DPRD Sumbar, Dinas Kehutanan Sumbar dan tentu saja matang di Sekretariat Daerah. Inilah yang membuat Gafar matang sehingga bisa membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Tak hanya di pemerintahan, berbagai organisasi juga sukses diembannya. Pernah jadi bendahara KONI Sumbar, bendahara PMI Sumbar, Bendahara Pramuka Sumbar dan di Koperasi Kantor Gubernur menjadi pengurus sejak 1997 hingga sekarang.
Jika, Gafar ditetapkan sebagai Sekdaprov, maka jabatan yang dipegang ini cukup lama, karena Gafar pensiun terhitung 1 Januari 2021. Lulusan S2 ini, lahir 25 Desember 1960.

2. Alwis
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar ini, jam terbangnya sebagai pejabat cukup lama juga. Bahkan, banyak yang menilai Alwis adalah sosok calon Sekdaprov yang ideal.
Sebab, tidak saja pengalaman bekerja di birokrasi, membangun networking, apalagi ke pusat, Alwis termasuk hebat. Maklum, Alwis pernah menjadi ajudan Menteri Agraria/BPN saat dijabat Hasan Basri Durin (alm).

Semasa Hasan Basri Durin (HBD) jadi Gubernur Sumbar, Alwis adalah ajudan sehingga liku-liku dunia pemerintahan tahu dan hafal betul. Apalagi sebelum diangkat sebagai Kepala Biro Umum pada 2007 oleh Gubernur Gamawan Fauzi dan promosi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip pada 2012 saat gubernur dijabat Irwan Prayitno, Alwis adalah Kepala Kantor Penghubung Pemprov Sumbar.

Jabatan Kepala Penghubung Pemprov di Jakarta dianggap sebagai jabatan ‘prasekdaprov’ karena tugasnya lebih banyak mengkoordinasikan, mengeksekusi dan lainnya.
Dia juga pernah mengabdi di Pemko Padang sebagai Kabag Umum dan di Pemkab Sijunjung pernah pula sebagai Sekcam. Kematangan sebag
ai seorang ASN terukur karena terlatih di berbagai medan perang. Dimana ditempatkan, bekerja optimal adalah nomor satu baginya.

Karena profesional dalam bekerja inilah, putra kelahiran Bukittinggi ini, dipercaya pimpinan. Buktinya, dua kali pula diamanahkan sebagai kepala daerah saat Pilkada serentak. Sebagai Pj. Bupati Pesisir Selatan (September 2015-Febuari 2016) dan kini Plt. Walikota Padang.

Alwis yang berpangkat IV d ini, jika ditetapkan sebagai Sekdaprov, maka dia pensiun 1 April 2021—tak lama setelah habis masa jabatan Irwan Prayitno-Nasrul Abit, Februari 2021.

3. Novrial
Dari tiga nama calon Sekdaprov yang terpilih, Novrial-lah yang paling muda. Putra Pesisir Selatan ini kelahiran November 1966 dan kalau benar-benar jadi sebagai Sekdaprov, maka dia akan memecahkan rekor yang diukir Ali Asmar. Jadi Sekdaprov di usia terbilang muda, 53 tahun. Novrial, lebih muda lagi, 52 tahun kurang.

Meski muda, tapi dari hasil penilaian tim pansel, dia mendapat nilai tertinggi. Namun, nilai tertinggi ini tidak otomatis menjamin, karena penilaian di TPA sifatnya seluruh aspek.

Nilai tinggi yang diraih Novrial itu, sejumlah pejabat menilainya wajar, karena kemampuannya memang di atas rata-rata. Bahkan ada pula menyebut, tes kompetensi apapun untuk pejabat di lingkungan Pemprov, maka Novrial pasti akan mendapat nilai tertinggi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Dukcapil Provinsi Sumbar ini, sebelumnya adalah Kabiro Aset Setdaprov. Diangkat jadi pejabat eselon II saat gubernur dijabat Irwan Prayitno. Irwan adalah senior Novrial di SMA 3 Padang, meski tak pernah bersua, karena Irwan sudah tamat, Novrial baru masuk.

Di rumah bagonjong (sebutan untuk kantor gubernur), setelah beredar luas kabar, namanya termasuk tiga dari calon Sekdaprov yang lulus bahkan mendapat nilai tertinggi pula, punya kans besar.

“Adik kelas Gubernur Irwan Prayitno di SMA 3 Padang dan sekampung pula dengan Wagub Nasrul Abit. Jadi masuk keduanya. Pak Novrial juga lulusan Belanda,” ujar seorang pejabat.
Tapi soal kepangkatan Novrial di bawah dua kandidat lainnya, Novrial masih berpangkat IV c, meski secara aturan untuk mengisi jabatan eselon I itu, tidak mesti IV d, bisa minimal IV c.
Lantas siapa yang terpilih? Tanyakan pada rumput yang bergoyang. (pendi)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *