Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Permintaan DPRD Sumbar, KONI dan Dispora Harus Dievaluasi Total

PADANG –DPRD Sumbar mendesak agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar dievaluasi total. Desakan ini terkait dengan gagalnya Sumbar menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI-2024.
Desakan DPRD itu disampaikan saat rapat paripurna tentang laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2017, Jumat (27/4).
Dua fraksi yang mendesak tersebut Fraksi Gerindra dan Fraksi Golkar. Keduanya menyesali batalnya Sumbar sebagai tuan rumah PON.
“Ini menjadi bukti Pemprov tak sungguh-sungguh berusaha untuk menjadikan Sumbar tuan rumah,” ujar juru bicara Fraksi Gerindra, Ahmad Khaidir.
Gerindra menilai kegagalan ini tak bisa hanya diterima begitu saja. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait harus dievaluasi secara menyeluruh. Terutama KONI Sumbar dan Dispora Sumbar.
Gerindra menilai evaluasi ini sangat perlu untuk dilakukan. Apalagi sudah sangat banyak dana dihabiskan untuk mempersiapkan Sumbar menjadi tuan rumah PON. Apalagi Sumbar sudah mempersiapkan dana multy years untuk pembangunan Main Stadium sebagai kesiapan menadi tuan rumah PON.
“Sampai sekarang saja sudah sampai Rp200 miliar,” ujarnya.
Sementara itu Fraksi Golkar menilai kegagalan menjadi tuan rumah PON karena Pempov dan KONI Sumbar gagal melobi pemerintah pusat dan KONI Pusat. Terutama karena akibat uang jaminan dan pendaftaran tidak dianggarkan pada APBD 2018.
“Kami dari Fraksi Golkar tentu saja kecewa, karena ini menyangkut harga diri daerah,” jelas Juru Bicara Fraksi Golkar, Afrizal.
Hal berbeda disampaikan Fraksi PKS. Menurut Fraksi ini kegagalan menjadi tuan rumah adalah takdir yang tidak perlu ditangisi dan diratapi. PKS menyarankan agar Sumbar fokus untuk persiapan menjadi tuan MTQ ke 28 pada tahun 2020 mendatang.
Seperti diberitakan sebelumnya, kegagalan Sumbar menjadi tuan rumah PON berdampak pada proyek infrastruktur olahraga yang sedang dibangun.
DPRD Sumbar bahkan berencana menghentikan anggaran pembangunan Main Stadium Sikabu yang sebelumnya sudah disiapkan Rp100 miliar pada APBD tahun ini. Rencananya dana akan dialihkan ke program lain.
Total anggaran pembangunan Main Stadium ini bernilai Rp1,8 triliun. Anggaran tahun pertama proyek ini melalui APBD 2015 Sumbar senilai Rp24 miliar. Setelah itu ada pula dialokasikan Rp200 miliar untuk biaya pembebasan lahan dan cut and fill (pemerataan lahan) pada APBD 2016. (titi)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *