Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ratusan Botol Miras Disita di Padang

Padang, fajarsumbar.com - Polresta Padang mengamankan 306 botol minuman keras di beberapa tempat, Senin (23/4) malam. Dalam razia yang dilakukan di kawasan Pondok itu petugas memeriksa Toko Damarus, ASJ dan lainya.

Alhasil dalam pemeriksaan itu polisi mendapati ratusan diduga minuman tanpa cukai dan diduga Ilegal. “Di beberapa lokasi tersebut, yang digerebek ada salah satu yang awalnya hanya memiliki izin untuk restoran, namun menjual minuman keras,” ujar Wakapolresta Padang, AKBP Kobul S Ritonga.

Pihaknya mengamanakan minuman keras tersebut sesuai instruksi Kapolda ke jajaran terkait maraknya peredaran miras, sehingga itu sudah meresahkan masyarakat. Bahkan ada juga akibat miras jatuh korban jiwa. “Dari barang bukti yang kami amankan, ada yang tidak memiliki cukai dan diduga ilegal,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, untuk barang bukti yang tidak memiliki cukai, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai dalam penindakannya. ”Untuk yang diduga illegal, kami akan berkoordinasi dengan pihak bea cukai dan untuk yang tidak memiliki izin, kami akan berkoordinasi dengan Pemko,” lanjutnya.

Menurutnya, operasi ini akan terus dilakukan guna menjaga situasi Kamtibmas di Padang, terutama menghadapi Bulan Ramadhan.

Kabag Operasional Polresta Padang, Kompol Ediwarman menambahkan pihaknya saat ini bersama masyarakat akan menggelar deklarasi anti peredaran miras. Langkah tersebut untuk memperkuat komitmen dalam menanggulangi masalah miras.

Polisi juga mengerahkan Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) untuk terjun ke masyarakat dalam program door to door. Kegiatan ini untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya miras hingga tingkat rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW).

Dalam kesempatan tersebut petugas Babinkamtibmas akan meminta orangtua untuk mengawasi anak-anaknya agar terhindari dari miras maupun narkoba. Harapannya, orangtua memberikan perhatian yang cukup kepada anak-anak.

“Selain fokus pada penanganan masalah miras polisi juga memberikan perhatian terhadap sejumlah kasus lainnya. Di antaranya penanggulangan kenakalan remaja dan tindak pidana yang dilakukan remaja seperti tawuran pelajar dan aksi geng motor yang meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Menanggapi banyaknya peredaran miras yang tidak memiliki pita cukai di Padang, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Teluk Bayur, Hilman, mengungkapkan tidak semua miras yang beredar harus memiliki pita cukai.

Menurutnya, ada beberapa golongan miras yang semestinya harus memiliki pita cukai dan tidak semestinya memiliki pita cukai.

“Misalkan minuman bir atau minuman dengan kadar alkohol di bawah lima persen, itu tidak perlu memakai pita cukai. Ini disebut miras yang masuk dalam golongan A karena mengandung alkohol di bawah lima persen,” terang Hilman.

Sedangkan untuk miras yang wajib memiliki pita cukai terdiri dari kadar alkohol di atas kandungan 5-20 persen dan masuk dalam kategori golongan B. Begitupun dengan golongan C berada di takaran alkohol 20 persen lebih.

“Jadi miras yang masuk dalam golongan A dan B wajib memakai pita cukai. Jika miras itu ditemukan dan kedapatan tidak memiliki pita cukai berarti ilegal,” jelasnya.

Ditegaskannya, jika memang ada ditemukan beredar miras dari dua golongan yang tidak memiliki pita cukai akan mendapat sanksi sesuai nomor 39 tahun 2007 tentang cukai dengan pasal 54. Untuk acaman, pidana paling singkat satu tahun paling lama lima tahun.

“Bea cukai dalam hal ini kita juga gencar melakukan razia dan tetap pasti melakukan juga pengawasan. Apa yang dilakukan Polresta Padang ini patut apresiasi, kita akan bekoordinasi nanti dengan Polisi,” pungkasnya. (fs-002)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *