Fajar Terkini

Padang

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sirine Stunami Meraung di Padang

Padang, fajarsumbar.com - Hari ini, Kamis (26/4/2018) pukul 10 pagi sirene tsunami mengaung di seluruh penjuru kota. Sirine tersebut menandakan akan terjadi tsunami dan warga kota harus sesegera mungkin menuju tempat evakuasi.

Ratusan ribu warga menyelamatkan diri ke tempat evakuasi baik ke tempat evakuasi herizontal menjauhi garis pinggir pantai atau vertikal mencari dataran atau gedung tinggi serta shelter.

Itu bentuk skenario yang diatur dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018 (HKBN) yang jatuh pada 26 April yang diperingati tingkat Padang.

Kepala Bagian Humas Setdako, Imral Fauzi mengimbau seluruh warga untuk mengikuti simulasi kesiap siagaan bencana di tempat masing-masing.

“Jika mendengar suara sirine pada jam tersebut, segera lakukan tindakan penyelamatan diri,” ujar Imral.

Dijelaskan Imral, simulasi kesiapsiagaan bencana perlu untuk diiukuti agar semua mengetahui tindakan dan langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Serta, risiko dan ancaman apa saja yang disebabkan oleh bencana itu sendiri.

Imral menambahkan, HKBN 2018 tingkat Padang dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan melibatkan peserta yang berjumlah 100 ribu orang, yang berasal dari unsur TNI, Polri, fasilitator dari BASARNAS, BPBD, FKSB, RAPI, TAGANA, SENKOM, KSB, ORARI, KOGAMI, Jemari Sakato, Rumah Zakat Sumbar, DRRI, FPRB, Dompet Dhuafa, SCB, DRRI, RBR, KOSBEMA, ACT, HET RP2B, dan penggiat kesiapsiagaan bencana lainnya.

Sesuai berita Singgalang sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Edi Hasymi mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan Hari Kesiapsigaan Bencana kedua ini mulai dari uji sirene, uji shelter dan evakuasi mandiri.

Di Padang terdapat 41 sirene yang terdiri 20 sirene milik Pemko, 20 sirene milik pemerintah provinsi dan 1 sirine milik BMKG.

Pada 26 April pukul 10.00 WIB tersebut dibunyikan serempak sirene tersebut untuk mengecek kondisi sirene tersebut apakah berfungsi secara maksimal. Sirene itu ada pula yang berbunyi tetapi bunyinya pelan dan ada pula yang tak berbunyi. Oleh sebab itu, dengan dibunyikan maka akan tahu mana sirena yang harus diperbaiki.

Selanjutnya, uji shelter dengan menguji kesiapan shelter serta masyarakat mengunakan shelter tersebut sebagai tempat evakuasi. Uji shelter tersebut dilaksanakan pada empat tempat seperti di Ulak Karang, Air Tawar Timur, Masjid Nurul Haq belakang asrama haji dan Masjid Darussalam belakang Damri Parupuk Tabing. Dari 4 titik tersebut difokuskan pada 2 titik di Masjid Nurul Haq belakang asrama haji dan Masjid Darussalam belakang Damri Parupuk Tabing tersebut.

Kemudian, evakuasi mandiri yang dilaksanakan oleh masyarakat. Evakuasi mandiri ini sangat tergantung pada partisipasi masyarakat.

“Evakuasi mandiri ini, masyarakat sendiri yang berlatih melakukan evakuasi. Warga bisa meminta bantuan petugas BPBD untuk memberikan bimbingan atau arahan. Namun, karena jumlah petugas terbatas warga bisa melihat panduan di You toube,”ujarnya.

Warga diminta berperan aktif dalam kegiatan ini terutama yang dipusatkan pada 2 titik seperti di Masjid Nurul Haq Belakang Asrama Haji dan Masjid Darussalam Parupuk Tabing sebagai shelter tempat evakuasi menyelamatkan diri dari tsunami.(fs-003)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *