Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Di Nanggalo BGRM Sudah 70 Persen, Partisipasi Masyarakat Diklaim Tinggi

Camat Nanggalo Teddy Antonius memasukan material 
pasir ke dalam pengaduk semen di Kelurahan Kurao 
Pagang saat monitoring BGRM bersama tim, Minggu (5/5).

Padang, fajarsumbar.com - Manunggal bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat  (BGRM) di Kecamatan Nanggalo sudah mencapai 70 persen lebih. Proyek fisiknya di antaranya membuka jalan baru, memperbaiki drainase, riol dan membuat plat duiker dengan melibatkan masyarakat sekitar.

BGRM di Kecamatan Nanggalo yang terdiri dari 6 kelurahan tersebut partisipasi masyarakat cukup tinggi. Manunggal yang dimulai 27 April - 11 Mei tersebut sampai, Minggu (5/5) sudah mencapai 70 persen. Bahkan ada lebih, seperti di Kelurahan Surau Gadang melebihi 90 persen.

Dua kelurahan di Nanggalo, Kurao Pagang dan Kelurahan Kampung Lapai didatangi tim monitoring pemko. Tim itu diketuai Danlanut Sutan Sjahril diwakili Kaursumdadirga Lettu Lek Harri Hargadi. Tim itu terdiri dari Kepala Bappeda, Hervan Bahar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Eyviet Nazmar, Kepala Dinas Perdagangan, Endrizal dan lainnya.

Di Kelurahan Nanggalo, proyek pokoknya membebaskan tanah sepanjang 200 meter dengan lebar lebih kurang 8 meter. Pembebasannya tinggal satu kapling lagi, karena pemiliknya berdomisi di luar Kota Padang, menyulitkan kelurahan membebaskannya.

"Alhamdulillah jika jalan ini nanti selesai, akan jadi jalan alternatif menghindari kemacetan terutama jam sibuk di depan Akper Siteba," ujar Lurah Kurao Pagang Nasril yang didampingi Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)kecamatan, Zurman Jun kepada Singgalang sela-sela goro tersebut, Minggu (5/5).

Pembuatan jalan baru itu di RT 01 RW 06 Komplek Villaku Indah IV dan tembus ke jalan Handayani. Jika selesai akan memudahkan masyarakat dan bisa jadi jalan alternatif. "Biasanya warga memutar dan membutuhkan waktu tempuh lama, bila selesai jalan ini bisa jadi alternatif dan memudahkan masyarakat," tambahnya.

Berbeda di Kelurahan Lapai, kelurahan tersebut salah satu proyek pokoknya membuat duiker untuk mengatasi banjir di Jalan Limau Manih. Lokasi itu sering banjir karena limpahan air di Jalan Jhoni Anwar. "Dibuatnya plat duiker ini paling tidak bisa mengurangi banjir di lokasi ini," ujar salah seorang warga.

Ketua Tim monitoriing, Lettu Lek Harri Hargadi menyebutkan, BGRM perlu partisipasi masyarakat, sebab tanpa kerjasamanya apapun proyek yang dikerjakan pemerintah tidak akan berjalan maksimal. "BGRM ini dititikberatkan partisipasi masyarakat," tambahnya.

Camat Nanggalo Tenddy Antonius didampingi Kasi LPM kecamatan, Ishak menyebutkan, pada umumnya BGRM di Nanggalo sudah mencapai 70 persen lebih. Hal itu tidak lepas dari partisipasi masyarakat dan dukungan semua pihak. Begitu juga bantuan dari TNI. "Alhamdulillah baik proyek fisik maupun proyek tambahan sudah mencapai 70 persen lebih," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Nanggalo berharap kepada pemerintah kota tahun depan
agar menaikkan anggaran BGRM, sebab anggaran Rp35 juta (termasuk pajak) tidak sesuai lagi dengan kondisi kekinian, karena bahan bangunan sudah melonjak naik.

"Saya harap pemerintah menaikan anggaran BGRM tahun depan, karena tidak lagi sesuai lagi dengan kondisi kekinian. Harga bahan bangunan terus naik," tambahnya. (fs-010)



Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *