Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

KPASI Salah Satu Solusi untuk Cegah Gizi Kurang

                                                             
                                              Oleh : Elza Enny, SKM

“Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi”. Sering kita mendengar slogan seperti itu, apasih sebenanya kandungan ASI? Mengapa sebegitu hebatnya orang menganggap bahwa ASI itu penting untuk bayi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ASI mengandung zat gizi yang lengkap yang dibutuhkan bayi, komposisinya seimbang, mudah diserap, mudah didapat dan telah ada begitu saja sebagai anugerah dari Allah SWT kepada setiap ibu yang baru melahirkan bayi.

Apabila dibandingkan dengan susu formula yang memang sengaja dibuat untuk bayi, tentu belum ada apa-apanya. Dengan kecerdasan manusia, para ahli berusaha meramu komposisi  susu formula yang menyerupai ASI, tetapi apabila diteliti lebih jauh dan dibandingkan dengan kandungan ASI tentu masih jauh dari harapan dan ASI tetaplah pilihan yang paling sempurna.

Salah satu zat penting yang ada pada ASI adalah “Kolostrum”. Zat ini biasanya ditemukan pada hari pertama sampai ketiga setelah seorang ibu melahirkan. Jumlah kolostrum ini tidak banyak kira-kira 5-10 ml perkali menyusui setiap harinya, warnanya agak kekuningan. Tetapi hebatnya walaupun jumlahnya sedikit kolostrum mengandung Auto Imun yang dikenal dengan IgA (Immunoglobulin A) dengan jumlah terbanyak pada ASI. IgA ini sangat stabil pada PH rendah dan resisten terhadap enzim proteolitik dimana salah satu manfaatnya adalah melapisi dinding mukosa bayi dari serangan infeksi. Maka tak salah pada bayi yang mendapatkan kolostrum dari seorang ibu diawal-awal kelahirannya angka kejadian diare dan pneumonia jarang terjadi.

Dengan adanya zat kekebalan dalam kolostrum 10 kali lebih banyak dari ASI Matur (ASI setelah 3 hari) maka bayi akan terlindungi dari bebagai penyakit yang rentan diderita bayi baru lahir seperti : infeksi telinga, alergi, batuk dan pilek.

Makanya wajar saja bayi yang dapat ASI jolong ini akan tumbuh dan berkembang lebih baik dari bayi yang tidak mendapatkan ASI.

Unicef, sebuah badan dunia yang peduli dengan kesehatan anak tahun 2010  menegaskan bahwa seorang bayi perlu mendapatkan ASI Eklusif dari ibunya. Apa itu ASI Ekslusif? ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja pada bayi dari umur 0 sampai 6 bulan tanpa dibarengi dengan makanan apapun. Mengapa hal ini penting? Karena 6 bulan pertama setelah dilahirkan organ pencernaan bayi belum matang sempurna, dan satu-satunya makanan yang paling cocock untuk bayi adalah ASI.

Banyak ibu yang mengeluhkan turunnya berat badan bayi mereka setelah dilahirkan, tidak adanya ASI yang keluar setelah melahirkan membuat pemberian ASI Ekslusif ini menjadi terganggu. Nah, disini perlunya KPASI atau Kelompok Pendukung ASI.

Saat ini di wilayah kerja Puskesma Kuranji Kota Padang sudah terbentuk 6 kelas KPASI di 3 posyandu. Rencananya  sampai akhir tahun 2018 ini akan dibentuk 8 kelas KPASI lagi di 4 posyandu. Kelas KPASI beranggotakan ibu hamil dan ibu menyusui dengan jumlah 10 orang pe kelas. Pada kelas KPASI akan ada mentor yaitu tenaga puskesmas yang mengajarkan tentang materi seputar ASI, seperti: gizi ibu hamil dan ibu menyusui, perawatan payudara selama hamil, cara menyusui bayi yang baik dan benar, cara pemberian ASI bagi ibu yang bekerja dan masih banyak lagi materi lainnya.

Pada kelas KPASI juga dibuka termen curhat ibu-ibu, dimana setiap ibu diberi waktu untuk mencurahkan segala problema sehubungan dengan pemberian ASI pada bayinya. Ibu yang lain boleh menanggapi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Agar ajang curhat ini tetap berapa pada jalur yang baik, maka disinilah letaknya peranan mentor tenaga gizi dari puskesmas.

Disamping tenaga gizi puskesmas, peran kader posyandu, dukungan keluarga dari ibu menyusui sangat dibutuhkan. Kelas KPASI juga berusaha merangkul anggota keluarga lain untuk memberikan dukungan pemberian ASI Ekslusif oleh ibu kepada bayinya.

Sebagai tenaga gizi puskemas kami juga sering mengingatkan agar anggota keluarga lain membantu dan mensupport ibu-ibu untuk memberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan pemberian ASI yang dibarengi dengan MPASI sampai bayi berumur 2 tahun.

Sejauh ini hasil kelas KPASI yang dibentuk ini cukup positif. Sedikit banyaknya ibu-ibu anggota kelas KPASI telah mulai mengerti tentang pentingnya pemberian ASI pada bayi. Apabila dilihat dari hasil penimbangan bulanan maka dapat dilihat terjadi peningkatan pertambahan berat badan bayi yang cukup baik pada bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif. Kondisi bayi yang jarang sakit membuat pertumbuhan dan perkembangan bayi semakin baik dari bulan ke bulan.

Angka kesakitan bayi juga menurun, diharapkan pada masa datang kegiatan ini dapat mendongkrak angka capaian pemberian ASI Ekslusif dan Prevalensi Balita dengan Gizi Baik di Puskesmas Kuranji. Untuk melanggengkan kegiatan ini maka dukungan dari berbagai pihak seperti tokoh masyarakat, kader posyandu, lintas program, lintas sektor dan Stakeholder  sangat diperlukan, sehingga dimasa datang kelas KPASI ini tetap berlanjut dan lebih bermakna lagi kiprahnya di masyarakat, semoga. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *