Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Leonardy Kagumi Tradisi Batagak Kudo-kudo, Memperkuat Persatuan di Pariaman

Pariaman, fajarsumbar.com - Batagak kudo-kudo merupakan tradisi Padang Pariaman yang terus dilakukan hingga kini. Masyarakat akan berdatangan menghadiri acara ini baik membangun rumah pribadi, bangunan milik umum apalagi rumah ibadah.

Malu mereka jika tidak nampak di acara tersebut meski hanya menyumbang Rp50.000. Makanya ada yang membawa uang, seng beberapa helai hingga bahan lainnya.

"Tradisi batagak kudo-kudo ini, satu lagi tradisi yang menjadi kebanggaan orang Padang Pariaman. Ada kebersamaan dalam kegiatan ini, makanya harus dipertahankan," ujar Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, Rabu (2/5).

Leonardy menegaskan apresiasinya terhadap rasa kekeluargaan yang terus dipertahankan oleh masyarakat Pauh Kamba dan Padang Bintungan. Tak heran jika nantinya bakal hadir masjid raya yang representatif untuk dua nagari berdekatan tersebut, Nagari Pauh Kamba dan Nagari Padang Bintungan.

"Saya menilai bangunan masjid ini bagus konstruksinya, tahan gempa. Jika selesai nanti megah bangunannya. Saya pun turut menyumbang Rp5 juta," ujar menantu Anas Malik itu seraya menyerahkan bantuannya kepada Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya, AKP Syahrul.

Mantan Ketua DPRD Sumbar itu mengungkapkan kedatangannya ke sana untuk mempererat silaturahmi dan wujud terimakasih. Dukungan masyarakat daerah itu dan daerah lain di Sumbar turut mengantarnya ke Senayan menjadi Anggota DPD RI. Dilantik pada 23 Mei 2017.

Ketua Panitia Syahrul, Pj.Walinagari Padang Bintungan Wandi Evendi bersama walinagari terpilih Azri menyatakan batagak kudo-kudo tetap terpelihara di nagarinya dan Padang Pariaman khususnya. Acara ini memperkuat ikatan batin di masyarakat. Kedatangan Leonardy memperlihatkan hal itu.

Dengan batagak kudo-kudo ini pembangunan prasarana umum rumah ibadah maupun rumah pribadi jadi lebih cepat. Rasa kekeluargaan membuat masyarakat sekitar bergotong-royong dalam hal dana, atap seng hingga pengerjaannya.

Tak heran masjid yang direncanakan memakan biaya Rp2,6 miliar itu dalam waktu singkat telah berhasil dikumpulkan Rp1,05 miliar.

"Kami optimis lewat batagak kudo-kudo ini sisanya cepat terkumpul. Anak nagari dan perantau bahu-membahu memberikan bantuan," pungkasnya. (andri)



Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *