Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Pelaksanaan Pesantren Ramadhan di Kota Padang Dinilai

Pjs. Walikota Alwis

Padang, fajarsumbar.com - Pelaksanaan pesantren Ramadhan 1439 H di Kota Padang, Sumatera Barat dinilai tim. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap Ramadhan tersebut lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Masing-masing kecamatan di Kota Padang mengusulkan satu masjid dan mushalla dinilai. Tim penilai itu diketuai Kabag Kesra, Setko Padang, Jamilus. Anggotanya dari Kemenag dan dari Pesantren Arisalah. Masjid dan mushalla yang jadi terbaik I, II dan III akan diberikan hadiah satu set infokus, laptop plus layar. Jika diuangkan total hadiah diberikan sekira Rp90 juta.
Jamilus

"Pemko Padang tiap tahun melakukan penilaian pelaksanaan pesantren Ramadhan, sebab selama bulan puasa, proses belajar dan mengajar murid SD dan SLTP sederajat dipindahkan ke rumah ibadah. Hal itu dilakukan untuk membentuk generasi Qurani dan meningkatkan iman dan takwa," ujar ketua tim penilai Kabag Kesra, Pemko Padang, Jamilus, Kamis (31/5/2018).

Menurut Jamilus, penilaian tahun ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu ada tiga rumah ibadah di masing-masing ke
camatan mengusulkan untuk dinilai. Tapi tahun ini hanya satu rumah ibadah saja satu kecamatan. Rumah ibadah terbaik I, II dan III, akan memperoleh satu set infokus, laptop serta layar plus piagam. "Jika diuangkan total hadiah itu kira-kira Rp90 juta lebih lah," ujar Jamilus memperkirakan seraya menyebutkan satu set infokus itu berkisar Rp30 juta.

Saat penilaian, tim akan menilai pelaksanaan, administrasi, partisipasi warga sekitar, keterlibatan RT/RW, perhatian orangtua, keterlibatan tokoh masyarakat. Penilaiannya mulai dari pelaksanaannya sampai 2 Juni. Sedangkan pesantren tersebut bakal ditutup hingga 6 Juni.

Sebagaimana diketahui Pesantren Ramadhan 1439 H di Kota Padang, sudah digagas 14 tahun lalu untuk membentuk akhlak generasi penerus. Kegiatan itu dibuka Pjs Walikota Padang Alwis di Masjid Darul Mukhlisin, Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, beberapa hari lalu.

Pesantren Ramadhan itu menjadi idola di tengah-tengah masyarakat, karena dapat membentengi iman dan takwa generasi untuk menjauhkan mereka dari bahaya perbuatan negatif lainnya. Pesantren itu sudah menjadi program Pemko Padang dalam membina mental dan spiritual generasi muda serta penamaman keimanan dan pengetahuan ilmu
agama.

Sejak digagas 14 tahun lalu, keberadaan pesantren Ramadhan itu sangat berdampak signifikan untuk generasi muda. Sebab mereka bisa menimba ilmu agama sebaik-baiknya, karena selama Ramadhan proses belajar mengajar, khususnya di Kota Padang dipindahkan ke rumah ibadah, masjid dan mushalla.

Pola memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke masjid/mushalla yang berada di dekat tempat tinggal siswa, diakui pesantren ramadhan memang berada bersama masyarakat, menumbuhkan hubungan sosial antar siswa, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Siswa yang non muslim, kegiatan keagamaan diadakan ditempat ibadahnya masing-masing. Begitulah, Pemko Padang memaksimalkan program Pesantren Ramadhan, sehingga benar-benar berdaya guna dan berhasil guna bagi masyarakat Kota Padang tanpa terkecuali.

Alwis menyebutkan, adanya kesadaran masyarakat dalam membentengi akidah serta moral generasi muda, dan kewajiban pemerintah dalam peningkatan kegiatan keagamaan yang lebih berkualitas, maka pesantren ramadhan adalah program konkrit yang harus sukses dilaksanakan.

"Mulai dari perencanaan, konsep kurikulum, panitia, penyelenggara, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi musti dilakukan dengan maksimal. Jadi harus ada hasil yang lebih baik setiap tahunnya," ujar Alwis saat itu.

Pesantren Ramadhan diikuti siswa tingkat SD kelas IV hingga kelas VI, dan siswa tingkat SMP. Sedangkan untuk siswa tingkat SMA pengelolaannya diambil alih oleh provinsi. Adapun tema yang menjadi acuan dalam pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun 2018 ini adalah “Membentuk Generasi Rabbani Yang Terbebas Dari Maksiat”.

Untuk kesinambungan dan pemantapan nilai-nilai Pesantren Ramadhan, maka pada tahun ini difokuskan pada upaya memaksimalkan kualitas penanaman keimanan dan pengetahuan keagamaan para peserta didik/santri Pesantren Ramadhan.

Dengan keimanan yang kuat dan pengetahuan agama yang memadai diharapkan akan melahirkan aktualisasi pengamalan islam dengan benar. Oleh karena itu tema Pesantren Ramadhan kali ini adalah membentuk generasi rabbani yang terbebas dari maksiat. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *