Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Pesantren Ramadhan 1439 di Padang Dipastikan Lebih Baik

Sekdako Padang, Asnel memberikan sambutan
Padang, fajarsumbar.com  – Pelaksanaan pesantren Ramadhan 1439 Hijriah di Kota Padang, Sumatera Barat dipastikan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan itu bakal dimulai 21 Mei - 2 Juni yang bakal diikuti ribuan santriwan/ti tingkat SD - SLTP se-Kota Padang.

Pesantren Ramadhan itu yang ke-15 kalinya dilaksanakan di Padang. Kegiatan keagamaan itu resmi dicanangkan Pjs walikota diwakili Sekda, Asnel di ruang terbuka hijau (RTH) Imam Bonjol, Jumat (11/5) pagi.

Selain ribuan murid SD dan SMP sederajat peserta Pesantren Ramadan disertai para guru itu, nampak hadir unsur Forkopimda Kota Padang, perwakilan lintas agama, organisasi masyarakat dan pihak terkait lainnya.
Pernyataan sikap seluruh tokoh agama

Asnel dalam sambutannya mengatakan, Pesantren Ramadhan merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun. Kegiatan itu penting bagi generasi muda dan menjadi program dalam mewujudkan visi mewujudkan Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang sejahtera, religius dan berbudaya.

“Pesantren Ramadhan adalah program konkrit oleh pemko yang harus kita sukseskan bersama. Sebagaimana generasi muda harus menjadi generasi masjid. Tidak ada lagi tawuran, tidak ada lagi geng-geng motor dan segala macamnya. Karena selama Ramadhan semuanya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid dan mushalla,” ujar Asnel.

"Untuk evaluasi penyelenggaraan, dari tahun ke tahun tetap dilakukan, tahun ini diharapkan lebih baik dan kualitasnya lebih meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.

Pelaksanaan Pesantren Ramadhan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Keberhasilan itu juga ditentukan semua unsur terutama orang tua di rumah dan dukungan aktif semua warga kota.

Pukul bedug tanda dilaunchingnya pesantren Ramadhan
Kepala Bagian Kesra Setdako Padang Jamilus juga menyebutkan, pada Pesantren Ramadan tahun 1439 H/2018 dilaksanakan setiap hari sesuai jadwal mulai 21 Mei - 2 Juni 2018 dengan libur pada 25 Mei - 1 Juni. Pesertanya diikuti siswa SD/MI kelas empat hingga SMP/MTs sederajat kelas tiga yang jumlahnya diperkirakan mencapai 6.000 peserta. 

Pelaksanaan tahun ini masih sama seperti tahun lalu, tidak diikuti siswa SMA sederajat seiring berpindahnya wewenang ke pemerintah provinsi. Sebagaimana siswa SMA sederajat tetap melaksanakan pesantren Ramadhan di sekolahnya masing-masing.

“Untuk tema yang diangkat pada pesantren tahun ini adalah Membentuk Generasi Rabbani yang Terbebas dari Maksiat. Yaitunya melalui kegiatan ini kita ingin membentuk generasi yang dekat dengan Alquran serta masjid dan musala,” sebutnya.

Membaca pernyataan sikap seluruh tokoh agama 
Jamilus menambahkan, melalui Pesantren Ramadhan diharapkan terbentuknya generasi muda yang memiliki akhlak, iman dan budi pekerti yang baik. Sehingga nantinya menjadi generasi yang cerdas dan beriman terutama terbentengi dari pengaruh-pengaruh negatif yang akan mengganggu.

"Kita berharap selama Ramadhan nanti anak-anak kita akan banyak menghabiskan waktunya di masjid dan mushalla. Jadi tidak ada lagi anak-anak kita yang keluyuran dan segala macamnya. Karena mereka akan diminta melakukan tadarus di masjid dan musala yang dibimbing oleh panitia pelaksana serta guru-guru pembimbing,” tukas Jamilus.(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *