Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Pusat Kucurkan Rp200 Miliar untuk Peremajaan Sawit di Dharmasraya

Dharmasraya, fajarsumbar.com - Jiwa dan rasa kepedulian nan tinggi, benar-benar ditunjukkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman S.Si. MM.
Betapa tidak, dalam sesibuk apapun alumni Unand tersebut terus bersemangat, berjuang untuk memperjuangkan nasib petani dan pekebun.

Perhatian besar bagi pekebun sawit bumi mekar Dharmasraya, dibuktikan dalam rapat kerja nasional peremajaan kelapa sawit pekebun di Bogor,  Selasa dan Rabu (22-23/5) lalu.

Rakernas itu digagas Direktorat Jenderal Perkebunan Dapertemen Pertanian RI, bekerjasama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS ). Pesertanya kepala dinas pertanian se-Indonesia.

Di sini pulalah, kualitas diri serta dedikasi tinggi dipertontonkan Darisman. Ipar Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan ini,  mampu mengambil sesi diskusi untuk membuka mata, terutama sekali menyangkut nasib petani dan pekebun sawit.

"Program peremajaan kelapa sawit ini merupakan  program Departemen Pertanian yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Indonesia, khususnya Kabupaten Dharmasraya. Tapi,  kami mohon kebijakan pengambil keputusan di Jakarta ini, supaya persyaratan untuk program ini agar di permudah dan tidak berbelit-belit," tegas Darisman dengan suara lantang.

Menantu Walinagari Sungai Rumbai, H. Rasul Hamidi Dt. Saridano, nampak berapi-api. Mimik wajahnya serius dibalut elok dengan jempol mengacung, mengesankan perjuangan panjang bagi pekebun sudah saatnya dimulai.

Bak gayung bersambut, Rakernas PSR kali ini banyak melahirkan kebijakan yang pro masyarakat petani, khususnya yang akan melakukan peremajaan sawit.  Kebijakan pro rakyat seperti untuk persyaratan tentang status kepemilikan tanah yang awalnya harus SHM (sertifikat ), sekarang bisa dengan surat keterangan walinagari dan diketahui camat. 

Begitu juga sistem pengerjaan peremajaan sawit yang awalnya mesti standar perusahaan dimana pada pasca land clearing,  mesti ditanam tanaman kacang-kacangan, sehingga masyarakat tidak bisa menanam tanaman sela/tumpang sari. 

"Nah, pada Rakernas ini disetujui masyarakat bisa menanam tanaman tumpang sari seperti jagung, kedelai, padi ladang atau tanaman umur pendek lainnya," tutur Darisman seraya menambahkan sambil menunggu sawit menghasilkan, masyarakat bisa menggantungkan hidupnya melalui tanaman tumpang sari.

Rapat kerja nasional PSR  dihadiri  Dirjend. Perkebunan Ir. Bambang, MM dan seluruh Direktur Lingkup Direktorat Jendral Perkebunan di tambah pejabat tinggi BPDPKS.

Sementara itu, Dirjend Perkebunan Bambang, memotivasi para kepala dinas yang hadir sebagai peserta untuk fokus mengambil kesempatan berharga tersebut.

Katanya, ini momentum guna memperjuangkan pekebun di daerah. Sebab, lanjut Bambang, setiap petani diberikan uang hibah sebesar Rp25 juta/hektare, tanpa mesti mengembalikan.

"Saya khawatir di tahun-tahun selanjutnya, atau perubahan rezim pemerintah berubah juga arah kebijakannya. Makanya mari kita luruskan niat kita untuk petani pekebun kita. Siapa cepat itu yang dapat," jelasnya lagi.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Dharmasraya, Martin Effendi yang ikut pada rapat kerja nasional itu mengemukakan target sawit tanah anyar, yang bakal diremajakan tahun 2018 ini adalah 3 ribu hektare. "Atau setara dengan Rp75 miliar. Namun begitu,  target peremajaan sawit di Dharmasraya secara keseluruhan adalah 8 ribu hektare. Jadi,  Dharmasraya akan bisa membawa uang pusat buat peremajaan senilai Rp200 miliar, yang akan dilaksanakan secara bertahap," timpal Darisman mengakhiri. (yasrizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *