Padang

Fajar Terkini

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Harus Cermat Memilih Daging

Padang, fajarsumbar.com - Tingkat konsumsi daging oleh kaum muslimin saat bulan puasa dan lebaran meningkat. Masyarakat diminta cerdas memilih mutu daging yang baik dan berkualitas. Salah satu caranya melihat warna, serat dan bau, agar tidak terkecoh saat membeli.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Erinaldi kepada Singgalang, Kamis (31/5). "Saat puasa dan lebaran tingkat konsumsi daging khususnya kaum muslimin meningkat dari biasanya. Agar tidak terkecoh, saat membeli diharapkan warga harus cerdas memilih daging yang sehat dan berkualitas," jelasnya.

Menurutnya, saat membeli daging warga bisa melihat warnanya. Daging sapi yang baru dipotong belum terkena udara warnanya merah keunguan, lalu jika telah terkena udara selama kurang lebih 15-30 menit akan berubah menjadi merah cerah. Warna itu akan berubah menjadi merah coklat atau coklat jika daging dibiarkan lama terkena udara atau jika daging dikemas dalam kantong hampa udara.

Selain itu juga harus dilihat dari kondisi permukaan. Daging segar memiliki permukaan yang lembab, tidak basah, tidak kering dan tidak ada lendir. Selain itu daging yang bermutu ditandai dengan permukaan daging yang bersih, bebas dari kotoran. Daging kotor akan mudah rusak atau busuk.

Kriteria lain, baunya. Daging dipengaruhi jenis hewan, pakan, umur daging, jenis kelamin, lemak, lama waktu penyimpanan. Bau daging dari hewan yang tua relatif lebih kuat dibanding hewan muda, demikian pula daging dari hewan jantan memiliki bau yang lebih kuat daripada betina.

Erinaldi juga menerangkan bagaimana membedakan daging sapi dan celeng.  Untuk membedakan daging kedua hewan tersebut warga tidak harus meneliti ke laboratorium, cukut mengamati fisik, sudah dapat membedakannya. Caranya, dengan mengamati warna, serat, penampakan lemak, tekstur dan aroma.

Daging celeng warnanya lebih pucat dibanding dengan daging sapi. Warna pucat hampir menyerupai daging ayam. Sementara daging sapi padat dan memiliki garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan daging celeng lebih halus dan mudah dipisahkan antar seratnya.

Daging celeng memiliki tekstur lemak yang lebih elastis, sedangkan lemak sapi kaku dan berbentuk. Selain itu, lemak pada daging celeng sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging sapi agak kering dan tampak berserat.

Dari segi tekstur, daging sapi mempunyai tekstur yang lebih kaku dan padat. Sedangkan daging celeng teksturnya lembek dan mudah diregangkan. "Memperhatikan aromanya, daging celeng memiliki aroma anyir, sementara daging sapi aromanya khas. Segi aroma ini merupakan senjata ampuh untuk membedakan antar kedua daging. Walaupun itu sudah dikamuflase, tetapi aroma antar kedua daging berbeda," jelasnya.(dedi)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *