Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Berlomba Jadi Terbaik Provinsi, KUBE Sumbar Masih Berpeluang Juara Nasional

Kepala Dinsos Sumbar Abdul Gafar foto bersama
dengan peserta KUBE berprestasi utusan kabupaten dan kota.
Padang, fajarsumbar.com - Puluhan anggota Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan pendamping KUBE berprestasi utusan dari kabupaten kota bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik di tingkat Sumatera Barat. KUBE yang terbaik berhak mewakili ke tingkat nasional. Peluang juara tingkat pusat masih besar, karena mengingat pada 2014 dan 2017 Sumbar meraih juara 2 nasional.

Seleksi penghargaan KUBE dan pendamping KUBE berprestasi di tingkat Sumbar tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Padang, Senin - Rabu (4-6). Peserta dengan jumlah 38 orang merupakan utusan yang terbaik dari 19 kabupaten dan kota. Masing-masing daerah mengutus dua perwakilan. Satu anggota KUBE dan satu lagi sebagai pendamping.

Seleksi yang dilaksanakan Dinas Sosial Sumbar tersebut untuk memberikan dorongan pada KUBE berprestasi di masing-masing kabupaten dan kota. Para anggota kelompok memanfaatkan potensi yang ada di masing-masing daerah untuk mengurangi angka kemiskinan. KUBE itu diharapkan menjadi motivator untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Kepala Dinsos Sumbar, H. Abdul Gafar pada pembukaan lomba itu menyebutkan,  penilaian merupakan penghargaan terhadap KUBE dan pendamping yang telah berhasil membantu meningkatkan kesejahteraan sosial warga miskin di masing-masing kabupaten dan kota.

"Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial warga miskin meningkatkan kualitas KUBE.  Mereka bisa menjadi motivator untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah. Pada penilaian ini, KUBE akan berkompetisi menjadi berprestasi dan berkualitas. Mereka yang juara nantinya berhak mewakili Sumbar ke nasional," sebutnya.

Menurutnya, KUBE menjadi salah satu pendekatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat, guna menanggulangi kemiskinan. Kegiatan pemberdayaan itu meliputi pemberian bantuan stimulan untuk kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pendampingan dalam merintis dan mengembangkan usaha dan peningkatan keterampilan teknis anggota.

"Penilaian ini sebenarnya bertujuan untuk mengapresiasi KUBE dan pendamping yang berperan aktif menanggulangi kemiskinan, sehingga bisa meningkatkan motivasi mereka untuk menjadi KUBE yang lebih baik lagi dalam melakukan pelayanan sosial masyarakat," tambahnya.

Dalam penilaian itu, katanya, akan dilakukan pemaparan, serta kunjungan ke lapangan. Ini dimaksudkan agar instrumen penilaian yang dilakukan dewan juri menjadi lengkap. Informasi bisa didapat melalui paparan dan kebenaran informasi bisa dicek ke lapangan.

Pada penilaian tersebut akan diambil lima nominasi, selanjutnya tim juri akan turun ke lapangan untuk membuktikan apakah benar yang disampaikannya saat ekspose di hadapan tim juri. "Juri akan melakukan cek ke lapangan, sehingga apa yang disampaikan anggota dan pendamping KUBE apakah benar adanya, sehingga tidak ada dusta di antara kita,"  paparnya.

Menurut Abdul Gafar, Sumbar pernah juara dua nasional pada 2014 dan 2017 lalu, salah satunya diwaliki KUBE Saiyo Sarasaki dari Agam. Pemerintah provinsi akan berupaya kembali meraih prestasi tersebut, bahkan optimis utusan Sumbar bisa pula menjadi yang terbaik di tingkat nasional. "Peluang itu masih ada, karena masih banyak potensi daerah yang dikembangkan dan dikelola.Tidak ada yang tidak mungkin, asal ada kemauan KUBE itu untuk berkembang," tukasnya.

Sementara itu, panitia pelaksana yang juga Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinsos Sumbar, Heni Yunida menyebutkan, kriteria penilaian berupa materi paparan. Di antaranya program kerja, kegiatan unggulan, kemitraan dengan pemerintah atau organisasi lain, dan sebagainya.

Tidak hanya itu, penguasaan masalah seperti wawasan, dan sistematika penyampaian materi. Penampilan dan efektifitas waktu dalam pemaparan juga menjadi acuan dalam menilai KUBE berprestasi.

"Saya berharap, kegiatan ini memberi motivasi, manfaat untuk masyarakat khususnya warga miskin di daerah. Dengan adanya KUBE yang berprestasi, kita berharap dapat menanggulangi kemiskinan dengan memberdayakan mereka untuk memenuhi kebutuhan perekonomian masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan tidak ada lagi warga miskin," tutup Heni.(andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *