Padang

Fajar Terkini

Sumbar

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Guru TPQ/TQA Padang Selatan Dilatih, Hindari 'Mencokok' Qori Daerah Lain

Sekcam Padang Selatan, Robert Chandra Putra saat membuka pelatihan
guru TPQ)/TQA se-kecamatan di aula kantor camat setempat, Kamis (7/6).

Padang, fajarsumbar.com - Pemerintah Kecamatan Padang Selatan harus mempersiapkan qori dan qoriah sejak dini. Harapannya, bila ada lomba MTQ peserta harus warga dari Padang Selatan, jangan ditemui lagi kelurahan 'mencokok' kafilah dari daerah lain.

Harapan itu disampaikan camat yang diwakili Sekcam Robert Chandra Putra saat membuka pelatihan guru TPQ)/TQA se-Kecamatan Padang Selatan di aula kantor camat setempat, Kamis (7/6).

"Kita harus mempersiapkan qori dan qoriah sejak dini. Jangan ditemui lagi peserta lomba MTQ bukan dari Padang Selatan seperti kasus-kasus sebelumnya," ujar Robert yang mengaku pernah bertugas di Lubuk Basung tersebut.

Robert yang sudah empat tahun menjalankan tugas di Padang Selatan, mengaku sangat kecewa pada lomba MTQ Nasional yang ke-38 tingkat kecamatan, beberapa waktu lalu. Sebab ada perwakilan kelurahan yang 'mencokok' qori dan qoriah dari daerah lain.

Lebih kecewanya lagi, qori dan qoriah yang sama juga ikut pula berlomba MTQ di kecamatan lain di Padang. "Saya pernah tanya salah seorang qori karena berdasarkan KK-nya mereka berasal dari salah satu daerah. Dengan polosnya, yang bersangkutan mengaku ikut pula bertanding di kecamatan lain," jelas Robert yang pada MTQ ke-38 tingkat kecamatan menjadi ketua panitia.

Banyaknya kasus seperti itu ditemui di Padang, Pemko berencana akan membuat data base para qori dan qoriah yang dinamai dengan e-MTQ. Jika program itu terlaksana para qori dan qoriah akan tercatat dimana mereka berdomisili, sehingga qori dari Padang Selatan tidak bisa dicokok di kecamatan lain. Begitu pula sebaliknya, sebab mereka sudah terakses di data base tersebut.

Jika tetap mempertahankan pola seperti yang lalu, yang akan rugi kecamatan itu sendiri. Sebab mereka sudah susah-susah melatih dan mengasah qori dan qoriah, tapi yang dilatih itu bukan anak dari daerahnya. "Ini kan yang rugi kita sendiri,  saya berharap ke depan tidak lagi ditemui kasus seperti ini," tambahnya.

Menurutnya, dengan adanya pelatihan guru TPA/TQA mutu guru ngaji itu semakin baik dan berkualitas, sehingga akan berimbas pada murid. "Jadikanlah pelatihan ini menjadi barometer kebangkitan Padang Selatan pada MTQ ke depan. Jika guru ngajinya bermutu dan berkualitas dan serius pula mengajar, saya yakin Padang Selatan banyak menghasilkan qori dan qoriah yang bermutu pula. Tidak akan ada lagi barangok ka lua badan," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Robert juga berpesan kepada guru TPQ/TQA yang ikut pelatihan agar serius mengikuti kegiatan yang dilangsungkan sehari penuh tersebut. Diharapkan peserta dapat 'melahap' materi yang diberikan nara sumber dengan baik.

Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan yang juga Kasi Kesos Padang Selatan, Maswita menyebutkan, pelatihan itu diikuti 100 guru TPQ/TQA se-Padang Selatan.

Pelatihan itu menghadirkan tiga nara sumber, Ketua BKS TPQ TQA Kota Padang, Muhammad Darnalis dengan materi "Dinamika Kelembagaan TPQ/TQA", Wardas Tanjung dengan materi Tahsin Qiratil Quran (membaikan bacaan Alquran) dan Kabag Kesra, Jamilus dengan judul materi "Peran Pemko Padang terhadap lembaga TPQ/TQA."(andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *