Sumbar

Padang

Fajar Terkini

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jadikan Museum Sebagai Daya Tarik Wisata


Padang, fajarsumbar.com- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang terus berupaya menjadikan museum sebagai daya tarik wisata dan edukasi bagi pengunjung, terutama para pelajar.

Salah satu fungsi museum sebagai tempat menyimpan dan memajang benda bersejarah. Museum juga berfungsi sebagai pengelolaan warisan budaya sesungguhnya memiliki ideologi yang sama, memberikan informasi dan pelayanan kepada publik.

Hal itu disampaikan Kepala Disparbud Kota Padang, Medi Iswandi pada seminar permuseuman kegiatan pengembangan dan peningkatan apresiasi masyarakat terhadap museum di salah satu hotel di Padang,Selasa (26/6).

Pada seminar yang bertemakan "Museum Sebagai Destinasi Wisata Pendidikan" tersebut dihadiri 50 peserta. Terdiri dari guru, TK, SD, SLTP serta utusan dari tour dan travel.

Medi dalam makalahnya "Museum Sebagai Daya Tarik Wisata" itu menyebutkan, warisan budaya serta peristiwa penting dan lainnya yang dipajang dalam museum.

Wisatawan bisa melihat, memahami tentang asal-usul kebudayaan masa lalu yang dianggap masih autentik. Selain itu, pengunjung mengetahui berbagai peristiwa penting yang terjadi di masa lalu.

"Jadi kami mengimbau kepada guru mengajak muridnya berkunjung ke museum untuk melihat benda-benda yang bersejarah, juga mengenang musibah gempa pada 2009 yang meluluhlantakkan Kota Padang. Di Museum musibah gempa terpajang foto-foto betapa dahsyatnya bencana alam saat itu," ujar Medi.

Pada seminar yang dibuka Sekretaris Disparbud, Ludi Anwar itu, juga menghadirkan beberapa nara sumber. Selain Medi Iswandi, juga mendatangkan nara sumber, Syaifullah dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar dengan makalah "Museum sebagaiSarana Destinasi Wisata Pendidikan."

Nara sumber lain, "Museum Sebagai Sarana Informasi Siaga Bencana" yang disampaikan oleh Hendry dari BPBD Kota Padang dan Yonni Saputra dengan judul makalah "Tata Cara Mengelola Museum Sebagai Destinasi Wisata Pendidikan".

Henry dari BPBD Kota Padang juga berharap museum selain wisata pendidikan, juga sebagai sarana berbagai informasi siaga bencana.

"Sebenarnya Padang sudah layak dibangun permanen gedung Museum seperti di Aceh. Berbagai peristiwa penting seperti musibah gempa yang meluluhlantakan Padang foto-fotonya bisa dipajang seluruhnya," tambah dia.

Meski kini sudah ada museum yang dikelola Disparbud Padang, tapi masih menumpang dengan Museum Adityawarman provinsi."Kita berharap ke depan Padang sudah punya gedung museum sendiri," harapnya.

Sementara itu, salah seorang guru bersejarah mengeluhkan untuk berkunjung ke museum  harus membayar.Sementara sekolah tidak bisa mengutip uang itu kepada murid karena takutnya dianggap pungli.

Menanggapi hal tersebut, Saifullah dari Dinas Kebudayaan Sumbar akan menyurati Kepala Museum Adityawarman, untuk mencarikan solusinya. "Museum itu adalah edukasi pendidikan, jika ada pelajar berkunjung ke sana harusnya gratis," tambahnya.(andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *