Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Pemalak Masih Gentayangan di Objek Wisata


Dua anak main pasir objek wisata Pantai Aia Manih, Padang. Pada lebaran sejumlah
objek wisata masih ditemukan para pemalak yang meresahkan pengunjung

Padang, fajarsumbar.com - Meski sudah dijamin oleh pemerintah daerah, ternyata insiden main pakuak dan premanisme di objek wisata masih ditemukan pada lebaran 2018. Untuk itu, Pemprov Sumbar akan mengevaluasi langkah-langkah untuk menekan perbuatan tersebut.

"Benar, kita masih dapatkan informasi insiden, pengunjung kena pakuk dan premanisme di objek wisata, ini harus tetap kita tekan ke depan. Karena ini yang paling cepat menghancurkan dunia pariwi sata kita,"sebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, usai memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan Ramadhan  dan Hari Raya Idul Fitri  tahun 2018  di Sumbar, Senin (25/6).

Ke depan, Pemprov Sum bar juga akan mengundang kepala daerah selaku pengambil kebijakan untuk evaluasi objek wisata. Dengan itu, pemerintah daerah dapat melakukan pem benahan pada objek wisata mereka masing-masing. Selain itu  Dinas Pol PP dan Damkar Sumbar telah mem berikan laporan adanya preman yang meminta pungutan liar. Untuk itu pada rapat berikutnya akan dilibatkan kepala daerah kabupaten/kota dan dinas pariwisata masing-masing daerah supaya pelayanan kepariwisataan dapat semakin baik.

"Sehubungan dengan persoalan pakuak memakuak ini perlu kita duduk bersama, pemerintah daerah setempat harus dapat memberikan kenyaman bagi pengunjung di lokasi objek wisata yang ada di daerahnya masing-masing agar tidak lagi ada keluhan," ungkapnya.

Diakuinya, kunjungan ke Sumbar baik wisatawan maupun pemudik mencapai 1,6 juta orang. Sementara melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) cukup tinggi, mencapai 147 ribu. Sedangkan pada akhir libur bersama, masih tersisa sekitar 30 ribu pengunjung yang belum pulang meninggal Sum bar.  Mereka yang tersisa adalah yang mengambil libur hingga tanggal 28 Juni.

"Sekarang itu ada 30 ribu pemudik  yang berada di Sumbar, sekitar 114 ribu diantaranya telah kembali meninggalkan kampung halamannya. Begitu juga yang datang melalui jalur darat, masih banyak di Sumbar tentunya perlu terus memberikan kenyamanan kepada mereka berwisata di Sumbar," jelasnya lagi.

Terkait kemacetan yang terjadi di sekitar Stasiun Duku, Wagub menyebutkan dalam waktu dekat kembali akan dilakukan rapat ber sama pihak Perkeretaapian, Dirlantas, Balai Jalan, Dinas Perhubungan untuk mencarikan solusi kemacetan yang terjadi.
"Untuk kawasan Pasar Koto Baru, tahun 2019 akan dianggarkan Rp 10 Miliar untuk memindahkan parkir dan pasar ke belakang  agar di lokasi tersebut tidak lagi macet. Sementara untuk Pasar Padang Lua dan Pasar Baru, bakal dilakukan pertemuan dengan kepala daerah masing-masing guna mencari solusi persoalan kemacetan yang terjadi, khususnya saat hari pasar masyarakat setempat," pungkasnya.

Macet
Secara umum arus lalu lintas saat lebaran tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.  Tidak ada lagi yang macet total di Sumbar. Padang-Bukit tinggi yang biasanya stagnan, sekarang meskipun sedikit melambat, tapi kendaraan yang melintas masih bisa jalan terus.

Dalam rapat yang dihadiri 26 OPD dan beberapa pihak terkait lainnya tersebut, Wagub memerintahkan agar dalam tim gabungan yang dibentuk Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar  untuk evaluasi titik kemacetan saat lebaran di Sumbar OPD terkait dapat terlibat.

"Kita juga perlu melakukan pendataan tentang titik kemacetan yang terjadi selama lebaran. Ini  agar kemacetan serupa terjadi lagi ditahun berikutnya. Tahun ini banyaknya kendaraan yang datang dari luar Sumbar ke daerah ini, menjadi salah satu penyebabnya. Namun dibandingkan tahun lalu, sekarag jauh lebih baik," ujarnya.

Ia menyampaikan, masalah kepadatan arus saat lebaran perlu dicarikan solusinya. Untuk ke Pesisir Selatan misalnya, jalan yang pernah dibuka TNI untuk tembus ke Lubuk Kilangan perlu segera dimanfaatkan. Jika masih ada permasalahan dalam pembangunannya, Dinas PUPR dapat berkoordinasi dengan Pemko Padang agar kemacetan dapat terurai.

"Jalan tembus menuju Lubuk Kilangan perlu segera dibuka, begitu juga jalan dari Pasar Baru di Pesisir Selatan tembus ke Alahan Panjang di Kabupaten Solok dapat dijadikan jalur alternatif agar kepadatan lalu lintas dapat terbagi, khususnya saat lebaran," jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari Dinas Perdagangan, Biro Perekonomian dan Bulog harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan lebaran di Sumbar masih stabil, berbagai upaya yang dilakukan secara bersama-sama tersebut telah membuat harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan.

"Tahun ini juga ada angkutan gratis kepada lebih 1000 orang ke Mentawai. Itu sebuah terobosan, semoga di tahun berikutnya akan lebih banyak masyarakat yang terbantu dengan mudik gratis tersebutnya," terangnya. (yose)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *