Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Sumbar Bakal Pilih 4 Walikota Baru


Petugas menurunkan alat peraga kampanye (APK) pada minggu tenang.
Sumbar bakal memilih empat walikota pada 27 Juni.
Padang, fajarsumbar.com - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah di Indonesia dilaksanakan Rabu 27 Juni lusa. Di Sumatera Barat, Pilkada dilaksanakan pada empat kota yaitu Padang, Pariaman, Sawahlunto dan Padang Panjang.

Pilkada ini dilakukan untuk memilih walikota untuk periode lima tahun ke depan. Jumlah pemilih di empat kota itu tercatat 675.410 daftar pemilih tetap (DPT). Sedangkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 2.852.

Rinciannya, di Padang, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 535. 265 dengan 1.600 TPS. Sawahlunto hadir dengan 130 TPS dan 44. 952 DPT. Pariaman, 59.245 DPT pada 155 TPS. Padang Panjang 97 TPS dan 35.948 DPT.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Amnasmen Minggu (24/6) malam
mengatakan, saat ini sudah memasuki masa tenang pilkada. Diharapkan kepada pasangan calon di empat kota yang menyelenggarakan Pilkada untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

“Jangan sampai ada paslon yang melakukan pelanggaran dengan berkampanye di masa tenang. Baik secara terang-terangan ataupun terselubung,” katanya.

Dia juga berharap agar paslon tidak melakukan cara-cara yang tidak terpuji dalam mencari dukungan. Terlebih ada di beberapa kota yang calon petahana aktif kembali sebagai kepala daerah.

“Jangan memanfaatkan jabatannya sebagai kepala daerah untuk menggiring ASN menjadi tidak netral. Kita juga minta ASN untuk menjaga netralitasnya,” kata Amnasmen.

Selain itu dia juga meminta kepada paslon dan tim pemenangannya untuk kembali membersihkan alat peraga kampanye yang telah dipasang selama masa kampanye. “Dalam masa tenang ini kita harap memang suasana benar-benar tenang dari aktivitas kampanye dan atribut kampanye segera dibersihkan. Biarkan masyarakat berpikir dalam tiga hari ini menjelang pencoblosan untuk menentukan pilihannya,” katanya.

Terakhir dia berharap penyelenggaraan pilkada di empat kota berjalan dengan aman dan damai tanpa ada gesekan antar pendukung pasangan calon. “Kita harap komitmen Pilkada Badunsanak yang sudah disepakati sejak awal dapat berjalan sesuai harapan. Jangan sampai masyarakat terpecah karena Pilkada. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, sehingga pilkada berjalan dengan sukses, aman dan damai, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar berkualitas sebagaimana diharapkan masyarakat,” pungkasnya.

Peserta
Pilkada Padang diikuti dua pasang calon, Emzalmi-Desri Ayunda dan Mahyeldi-Hendri Septa. Emzalmi-Desri diusung oleh Partai Golkar, PDIP, PPP, Demokrat, PKB, Nasdem dan Gerindra. Sedang Mahyeldi-Hedri oleh PKS dan PAN.

Di Pariaman, diikuti tiga pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota. Ketiga paslon itu Genius Umar-Mardison, Mahyuddin-M Ridwan, dan Dewi Fitri Deswati-Pabrizal

Di Padang Panjang ada empat pasangan calon masing-masing pasangan Mawardi dengan Taufiq Idris yang diusung oleh Partai Demokrat dan PPP. Paslon Rafdi Meri dengan Fadli diusung Partai Gerindra dan Partai Bulan Bintang. Selanjutnya Fadly Amran yang berpasangan dengan Asrul diusung Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Sedangkan Hendri Arnis yang berpasangan dengan Eko Fuqani diusung PAN dan Nasdem.

Di Sawahlunto Ali Yusuf-Ismed didukung koalisi Partai Golkar, PKS dan PKPI dengan total delapan kursi. Pasangan Fauzi Hasan dan Dasrial Ery dengan pengusung Partai Demokrat dan PDI-P (5 kursi). Pasangan Deri Asta dan Zohirin Sayuti yang diusung PPP, PAN dan Nasdem (7 kursi).
Libur

Hari libur sudah dipastikan akan diberlakukan di 171 daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Menurut Ketua KPU Arief Budiman, pemberlakuan hari libur di daerah-daerah itu adalah amanat Undang Undang Pemilu.

“Undang-undang menyebutkan pemilihan kepala daerah, pileg, pilpres, diselenggarakan di hari libur atau hari yang diliburkan. Jadi memang (daerah-daerah yang melaksanakan pilkada) harus libur, itu perintah undang-undang,” ujar Arief.

Arief mengaku belum bisa memastikan jika libur akan diberlakukan juga secara nasional. Pemerintah pusat saat ini masih mengkaji pemberlakuan kebijakan yang nantinya akan diatur oleh keputusan Presiden (Keppres) itu.

“Yang jelas untuk daerah-daerah yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah harus libur karena perintah undang-undang,” ujar Arief dikutip VIVA.co.id.

Pemerintah pusat mengkaji untuk menerapkan libur nasional guna meninggikan tingkat partisipasi di pilkada. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan, kebijakan dipertimbangkan karena banyaknya warga di 171 daerah itu yang beraktivitas di daerah lain. “Diusulkan KPU, alangkah baiknya jika kemudian diliburkan secara nasional,” ujar Wiranto. (bambang)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *