SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Disdukcapil Padang Bantah Ada Calo e-KTP. Wedistar: "Jika Ada Oknum Bermain akan Saya Berhentikan"



Padang, fajarsumbar.com - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, Wedistar mengaku gerah membaca berita Singgalang terbitan, Sabtu (21/7) pada headline halaman 1. Berita di bawah judul, katanya blangko e-KTP kosong, jika dibayar e-KTP-nya bisa didapatkan. Jumlah bayarannya Rp250 ribu.

Wedistar mengaku berita itu tidak benar sama sekali, ia ingin  nara sumber yang memberikan info ke media ini menunjukkan oknum yang bermain. "Tolong tunjukan kepada saya siapa orangnya, jangan asal ngomong. Jika oknum itu pegawai honor akan saya berhentikan pada hari ini juga. Jika mereka itu ASN akan saya pindahkan ke instansi lain. Saya keberatan dengan berita ini," ujarnya melalui pesawat telepon, Senin (23/7).

Sebagaimana berita media ini terbitan, Sabtu (21/7) itu, pengakuan mengejutkan datang dari salah seorang warga Kota Padang. Ia dan seorang anaknya bisa mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) melalui yang diduga calo dengan membayar Rp250 ribu yang diduga orang dalam. Sebelumnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menyebutkan blangko e-KTP kosong.

Menurut pengakuan sumber Singgalang itu, bertolak belakang dengan keterangan Kadisdukcapil. Sebab dia bisa mendapatkan e-KTP tidak satu keping, malah dua. Satu untuk dia dan satu keping lagi untuk anaknya.

Sumber itu menyebutkan, bukan dia saja yang mengurus e-KTP itu orang yang diduga calo tersebut, malah ada pula yang lain. Sementara di sisi lain Disdukcapil menyebutkan blangko e-KTP kosong. "Saya bisa membuktikan bahwa mengurus e-KTP lewat calo itu bisa. Ini buktinya saya bisa mendapatkan dua keping ktp elektronik ini," tambahnya.

Menurut pengakuan dia, sebelumnya ia mendapatkan informasi bahwa blangko e-KTP kosong Disdukcapil hanya bisa menggunakan surat keterangan (suket) untuk pengganti e-KTP. Tapi dia sangat memerlukan e-KTP tersebut untuk mengurus sesuatu yang sangat krusial. Sementara suket disebutkan Disdukcapil bisa menggantikan fungsi e-KTP tidak semuanya sebenar. "Ada bagian yang krusial pihak-pihak tertentu tidak mengakui suket tersebut. Bagaimana pun juga saya harus mendapatkan e-KTP," katanya.

Singkat cerita, meski telah menemui kepala Disdukcapil untuk mengurus e-KTP tersebut, tapi tidak ada ada jalan keluarnya. Wedistar menyebutkan blangko e-KTP itu kosong. "Tapi saya saya lihat masih ada orang yang pergi berfoto. Setelah saya dekati orang tersebut menginformasikan bisa mengurus e-KTP tapi harus bayar, sambil menunjuk salah calo," ceritanya.

Ia pun mendekati orang yang diduga calo itu dan menyebutkan akan mengurus e-KTP, kata calo itu yang diduga orang dalam, bisa dengan catatan harus membayar Rp250 ribu. "Saya sanggupi dan akhirnya saya berfoto dan e-KTP nya sudah saya terima. Kamis 19 Juli dan Jumat jam 12 siang  e-KTP sudah ada di tangan saya," tambahnya.

Bantah
Kepala Dinas Disdukcapil Wedistar membantah keras kebenaran informasi yang diberikan nara sumber Singalang tersebut. "Ini tidak benar sama sekali, saya tidak pernah menerima uang dari pencetakan e-KTP tersebut. Jika ada orang dalam yang bermain akan saya berhentikan jika oknum iru honorer, dan bila pegawai akan saya pindahkan. Saya akan berkoordinasi dengan walikota," ujarnya dengan nada tinggi.

Menurut Wedistar, dia sangat menyayangkan keterangan orang yang jadi sumber ita tersebut, karena ia anggap berita palsu . Terbitnya berita itu saya tidak nyaman lagi bekerja, karena ada anggapan saya ini menerima uang saat warga mencetak e-KTP. "Saya sudah kontak Sekda, Kabag Humas Pemko Padang, bahwa berita terbitan Singgalang itu tidak benar. Saya minta diluruskan, karena menyangkut nama baik saya," ujarnya.

Menurutnya sangat disayangkan berita itu diberitkan, karena bisa memberikan penilaian negatif terhadap Disdukcapil, pengakuan Wedistar petugasnya tidak pernah melakukan pungutan ke kepada warga. "Sekali lagi saya tegaskan, saya dan anggota saya tidak pernah menerima uang dari pencetakan e-KTP ini," ujarnya lagi. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *