Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Gerakan 3R Bisa Minimalisir Sampah Plastik


Padang, fajarsumbar.com - Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Novrizal Tahar menyebutkan persoalan pengelolaan sampah, terutama plastik masih jadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia.

Sebab Indonesia saat ini tercatat sebagai negara penghasil sampah plastik nomor dua terbanyak di dunia setelah Tiongkok.

"Tentu menjadi ancaman dan masalah serius yang harus diatasi semua pihak. Oleh karenanya, diperlukan aksi nyata dalam mengatasinya dengan," ujarnya saat sosialisasi Revitalisasi Program Adipura  2018/2019, di Padang, kemarin.

Menurutnya, mengatasi permasalahan itu, perlu tindak lanjut pengelolaan yang cepat, tepat dan ramah lingkungan. Yakni dengan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang atau dikenal dengan 3R (reduse, reuse dan recycle).

Dijelaskan, hingga saat ini, banyak orang yang belum menyadari bahwa sampah plastik menimbulkan masalah besar bagi lingkungan. Sampah plastik, kata Novrizal, merupakan jenis material yang sangat sulit untuk terurai.

Dibutuhkan waktu sampai ratusan tahun untuk mengurainya. Tak hanya itu, sampah plastik yang sulit terurai itu dapat mengakibatkan pencemaran tanah, air dan laut.

Dilanjutkan, komposisi sampah di Indonesia saat ini masih didominasi sampah organik 57 persen dan sampah plastik 16 persen. Namun tren timbunan sampah plastik sejak tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Dari 14 persen di tahun 2013 naik menjadi 16 persen di tahun 2016.

Novrizal juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemko Padang yang telah menunjukkan upayanya dalam mengatasi persoalan sampah plastik ini. Yakni dengan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwako) No. 36 Tahun 2018 tentang Pengendalian Penggunaan Kantong Belanja Plastik.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Al Amin mengatakan, di Padang sendiri, dari sekitar 450 ton sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekitar 15 persennya merupakan sampah plastik.

Sebagai upaya meminimalisir volume sampah terutama sampah plastik ini, DLH Padang intens mensosialisasikan dan mengajak masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik (kresek) dan menggunakan keranjang belanja yang bisa dipakai berulang.

Pihaknya pun membagi-bagikan tas belanja secara gratis kepada ibu rumah tangga di titik-titik keramaian. Dengan harapan, warga tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja di pasar.

“Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir. Dan perlu komitmen bersama seluruh pihak dalam mengatasinya. Mudah-mudahan dengan sejumlah program yang telah kita lakukan bisa mengurangi sampah plastik di Kota Padang,” harapnya.

Sementara itu, terkait Adipura, Al Amin optimis bisa memboyong kembali Piala Adipura ke Kota Padang. Karena ia melihat semangat dan kepedulian masyarakat bersama stakeholders dengan masalah kebersihan sudah cukup tinggi. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *