Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

KPK Geledah Lapas Sukamiskin, Hasilnya Mengejutkan



Bandung, fajarsumar.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Lapas Sukamiskin Bandung, Rabu (25/7). Beberapa barang bukti diangkut tim KPK menggunakan mobil.

Penggeledahan dilakukan tujuh petugas KPK ke lapas yang beralamat di Jalan AH Nasution, Kota Bandung itu. Awalnya petugas KPK datang pukul 14.30 WIB menggunakan pakaian bebas. Saat masuk, beberapa orang lantas memakai rompi krem bertuliskan KPK di bagian punggung.

Penggeledahan dilakoni sekitar empat jam atau mulai pukul 14.30 WIB hingga pukul 18.30 WIB. Proses penggeledahan berlangsung tertutup.

Jelang tim KPK selesai tugas, sebuah mobil minibus bercat putih masuk ke dalam lapas. Mobil bernomor polisi D 101 CAT itu parkir di dalam lapas.

Dari lubang pintu lapas terlihat sejumlah tas dimasukkan ke dalam mobil. Pantauan detikcom, ada tiga buah tas jinjing hitam perempuan serta bungkusan kantong kresek putih yang dibawa ke dalam mobil.

Selang beberapa menit kemudian, gerbang dibuka. Beberapa petugas KPK yang menutup wajah meng gunakan masker berjalan terlebih dahulu ke area parkir.

Setelahnya, giliran mobil yang mengangkut barang keluar dari lapas. Saat didekati, di dalam mobil tampak ada tiga orang termasuk sopir. Dua orang duduk di depan, satu orang lain duduk di tengah.
Sementara bagian belakang terlihat satu boks plastik sedang berwarna biru dan transparan. Terlihat boks tersebut berisi sejumlah dokumen.

Belum diketahui penggeledahan tersebut dilakukan di sel atau ruangan mana. Namun salah seorang petugas KPK sambil berjalan menyebutkan kedatangannya untuk mengambil barang bukti.
“Bawa beberapa barang bukti dan pengembangan yang kemarin (OTT Kalapas),” ucap seorang pria sambil berjalan ke arah mobilnya.

Kecewa
Para narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, kecewa lantaran saung atau pondok yang berada di dalam Lapas dibongkar.

Pembongkaran ini sebagai dampak atas terbongkarnya kasus suap antara narapidana dan pejabat Lapas. “Kami juga agak kecewa, artinya kami semua jadi sengsara. Semalam, semua saung dibongkar. Nanti Anda datang hari Sabtu deh, bagaimana orang ketemu keluarganya? Bisa di emperan jalan nanti,” kata Mohamad Sanusi, narapidana penghuni Lapas Sukamiskin.

Menurut Sanusi, selama ini saung-saung yang berada di dalam Lapas, digunakan para narapidana sebagai tempat bertemu dengan keluarga yang datang membesuk.

Sebelumnya, sekitar 32 saung di Lapas Sukamiskin dibongkar Satgas Kamtib Gabungan Lapas dan Rutan se-Jawa Barat. Pembongkaran yang dimulai Selasa (24/7) selesai Rabu.

Sejumlah kendaraan seperti pikap dan truk digunakan untuk mengangkut puing bongkaran saung dan gazebo yang menjadi fasilitas ‘mewah’ di lapas para napi koruptor itu. 

Pembongkaran ini kelanjutan dari operasi tangkap tangan di Lapas Sukamiskin. Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein ditangkap dengan sangkaan memberi fasilitas dan izin khusus bagi sejumlah narapidana.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, staf Wahid Husein, Hendry Saputra, napi korupsi Fahmi Darmawansyah serta napi kasus pidana umum Andi Rahmat.

“Cuma itu satu-satunya yang buat kunjungan keluarga. Sekarang hancur, kami mau enggak mau ya berebutan di emperan yang enggak kena panas. Datang deh Sabtu, biasanya ramai,” kata Sanusi yang diwartakan KCM.

Penertiban tak hanya pada fasilitas di dalam sel namun saung atau gazebo untuk kunjungan tamu juga ditertibkan.

KPK susun tim 
KPK bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim koordinasi pencegahan korupsi di dalam lapas.

Dikatakan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, hal tersebut merupakan buntut dari adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husein.

“Saya sudah bertemu dengan Ibu Sri Puguh (Dirjen PAS). Ini merupakan bentuk konkret dari konsep penindakan dan pencegahan terintegrasi,” kata Febri  yang dilansir tribunnews.

Febri menerangkan, ketika tim penindakan KPK melakukan OTT di Lapas Sukamiskin, memang ditemukan sejumlah dugaan penyimpangan terkait fasilitas, perlakuan khusus, serta akses keluar masuk sel.

Karena itu, KPK memahami bahwa kondisi lapas yang memprihatinkan tersebut perlu dibenahi secara bersama-sama.

“Melalui tugas Pencegahan KPK, kami lakukan koordinasi antara Deputi Bidang Pencegahan dan tim serta Dirjen Pas,” ungkap Febri.

Dalam pertemuan yang dilakukan kemarin, ada sejumlah yang menjadi topik pembahasan.
Pertama, KPK mengharapkan Dirjen Lapas melakukan perbaikan menyeluruh terkait tata kelola lapas dan rutan dengan memperhatikan pula rekomendasi KPK yang pernah disampaikan pada 2010.
Kedua, Ditjen Pas mengatakan sudah mempunyai program revitalisasi lapas dan rutan yang saat ini sudah berjalan.

“Yang terakhir, menurut Ditjen Pas, problem-problem saat ini yang masih terjadi adalah overkapasitas yang berada pada angka sekitar 200%, bercampurnya narapidana berbagai tindak pidana, uang makan 15 ribu per hari, kedekatan petugas dan napi menimbulkan COI, terpengaruhnya petugas oleh napi terutama korupsi, narkoba, dan terorisme,” tutur Febri.

Kemudian langkah selanjutnya, ucap Febri, KPK menyerahkan hasil lengkap observasi pada 2010.
Ditjen Pas juga menyerahkan data program revitalisasi lapas dan rutan. Selain itu KPK berencana membentuk tim di Kedeputian Bidang Pencegahan.

“Kami berharap upaya perbaikan dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Atau tidak hanya bersifat reaktif dan insidential saja. Karena bahkan KPK sebelumnya pernah melakukan kajian, paparan hingga menyurati Presiden terkait perbaikan lapas tersebut,” terang Febri. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *