Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Lukman Suhardi Bantah Tuduhan Ryantori, PT Katama Pemegang Paten KSLL

Lukman Suhardi, Direktur PT Katama
Suryabumi dan Agus Sutopo memperlihatkan sertifikat
 pemegang paten konstruksi sarang laba-laba, kemarin.

Padang, fajarsumbar.com
- PT Katama Suryabumi, perusahaan pengembang dan pemasyarakatan teknologi inovasi pemegang hak paten desain pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL).

Berdasarkan sertifikat paten dengan No. ID 0018808, pada 22 Oktober 2007 dikeluarkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) yang ditandatangani  Direktur Paten, Azmi Dahlan.
Itu disampaikan Direktur PT Katama Suryabumi, Lukman Suhardi, usai memberikan klarifikasi di Mapolres Tanah Datar, kemarin.

Klarifikasi itu disampaikan karena Direktur Utama (Dirut) PT Katama, Kris Suyanto dilaporkan ke Mapolres Tanah Datar oleh Ryantori, 68, Direktur Cipta Anugerah Indotama dengan tuduhan
menggunakan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau hak cipta tanpa izin penggunaan Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL).

Memang diakui awalnya penemu konstruksi sarang laba-laba itu, Sutijipto (Alm) dan Ryantori. Dalam perjalanan temuan itu dipatenkan di bawah perusahaan PT Katama Suryabumi dan Ryantori merupakan direktur di perusahaan tersebut.

"Ini masalah rumahtangga sebenarnya dan tidak perlu dilaporkan ke polisi, Pak Ryantori juga sebagai direktur di PT Katama,"ujar Lukman menyesali tindakan Ryantori.

Dalam sertifikat itu disebutkan pemegang paten PT Katama Suryabumi, dengan judul Invensi Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-laba.  Nama penemu Sutijipto dan Ryantori.

"Saya perlu mengklarifikasi berdasarkan data Pak Ryantori memang sebagai inventor (penemu) dan ada lagi bapak Sutjipto, sudah almarhum. Tapi, di sini pemilik patennya adalah PT Katama Suryabumi,"ujar Lukman Suhardi.

Atas tuduhan PT Katama Suryabumi melakukan plagiat atas penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau hak cipta tanpa izin penggunaan Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL), tuduhan itu mengada-ada dan tidak berdasar.

Dengan adanya persoalan ini PT Katama Suryabumi segera mengklarifikasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan itu, termasuk juga dengan aparat penegak hukum, bahwa semua data kepemilikan paten adalah milik PT Katama Suryabumi.

Ini membuat orang menjadi ragu akan konstruksi sarang laba-laba dari sisi legalitas. Namun, berdasarkan data-data otentik, yang dikeluarkan Kemenkum HAM, pemilik paten konstruksi sarang laba-laba  itu adalah PT Katama Suryabumi.

Dikatakan, berdasarkan surat Kemenkum HAM Dirjen Kekayaan Intelektual No. HKI.3-HI.05.06.429, perihal tanggapan permohonan pendapat hukum, tertanggal 22 September 2017, juga ditegaskan PT Katama Suryabumi sebagai pemegang paten yang memiliki hak eksklusif.

Pada poin pertama surat itu ditegaskan bahwa PT Katama Suryabumi  sebagai pemegang paten No. ID 0018808, tanggal penerimaan 28 Januari 2004 dengan judul "Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-laba" mempunyai hak eksklusif berdasarkan pasal 19 ayat (1) undang-undang Nomor 13 tahun 2016 tentang paten.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Edwin, mengatakan  PT Katama Suryabumi menyikapi secara kooperatif dan telah datang ke Mapolres, Jumat (27/7) siang, untuk mengklarifikasi persoalan itu. Perusahaan tersebut juga siap menunggu dan mengikuti proses selanjutnya.

Pertama mereka mengklarifikasi, yang kedua menunggu proses selanjutnya dari Polres Tanah Datar terkait laporan dar Ryantori.  Pihak perusahaan tersebut juga menunjukan dokumen dari Dirjen Haki Kemenkum HAM dan sertifikat paten, kata Edwin, saat dikonfirmasi melalui telpon seluler.

Dikatakan Edwin, kepolisian baru sebatas menyampaikan informasi secara formil, bahwa memang ada laporan di sini. Sedangkan terkait kelanjutan laporan tersebut pihaknya baru BAP awal dan segera memanggil pelapor Ryantori untuk kejelasan laporan itu.

"Kami belum apa-apa, baru turun laporannya beberapa hari lalu, karena laporan nunggu disposisi pimpinan, pimpinan disposisi baru diproses, karena menunggu Pak Ryantori, " ujar Edwin. (guspa)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *