Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Pedagang Minta Fasilitas Blok II Pasar Raya Dilengkapi



Padang, fajarsumbar.com - Pedagang basement blok II Pasar Raya Padang meminta Dinas Perdagangan Padang untuk bisa melengkapi fasilitas yang ada.

Desakan itu dilakukan, lantaran para pedagang sudah membayar Rp5 juta untuk merenovasi kios yang ditempati. Uang tersebut diserahkan kepada pengelola pasar basement yang diketahui oleh Dinas Perdagangan. Tujuannya untuk mencat, menambah daya listrik, memasang kanopi, CCTV dan fasilitas penunjang lainnya.

“Kita telah membayar Rp5 juta untuk menempati kios ini. Sementara Dinas Perdagangan Padang tidak melengkapi fasilitas,” kata salah seorang pedagang, Epi (45).

Epi mengatakan, sebelum menempati kios-kios yang ada, dulunya Dinas Perdagangan meminta iuran sebesar Rp5 juta. Dimana pungutan ini diminta oleh pihak lain yang mana diketahui dinas.

“Kita sudah bayarkan uang tersebut. Namun, kita tidak mendapatkan fasilitas, seperti pintu akses keluar masuk yang banyak. Bagaimana bisa di sini ramai, sementara akses pintu keluar masuk tidak banyak,” ujar Epi.

Hal senada juga dikatakan, Andri dan Riko. Setelah menempati kios yang telah dibayarkan ke pihak ketiga, hingga saat ini pembeli tidak ada mengunjungi lokasi ini.

“Kita sudah bayar banyak. Namun pembeli tidak ada. Lama-lama kami di sini, tidak mempunyai penghasilan. Sementara kami sudah mengeluarkan modal banyak,” katanya.

“Kalau terus-terusan seperti ini, sama saja mengorbankan pedagang. Kami yang berada di basemen ini sangat butuh fasilitas akses masuk ditambah, agar pengunjung ramai. Mesin hexos untuk memasukkan udara ke dalam juga tidak berfungsi, jadi sangat pengap. Selain itu, fasilitas toilet juga tidak ada,” ungkap Andri.

Sementara itu, pengelola basement blok II Pasar Raya Padang, Faisal mengatakan di dalam basemen ini ada 80 kios. Pedagang hanya menuntut akses padahal sudah membayar Rp5 juta yang mana uangnya digunakan untuk merenovasi kios dan menambah fasilitas.

“Ada sekitar 60 persen sudah melunasi. Tapi uang itu sudah digunakan untuk merenovasi kios dan semua kios sudah siap untuk ditempati pedagang. Sedangkan untuk fasilitas yang dituntut oleh pedagang merupakan tanggung jawab Dinas Perdagangan, namun sampai sekarang tidak juga ditanggapi oleh dinas tersebut,” kata Faisal.

Faisal mengungkapkan pembayaran uang Rp5 juta itu diketahui oleh pihak Dinas Pedagangan. Ia kemudian menggunakan uang dari pedagang yang menempati kios untuk keperluan seperti mengecat, memasang kanopi, listrik dan memasang kamera pengaman CCTV. Pungutan yang dilakukan telah disetujui oleh Dinas.

“Tuntutan pedagang seperti akses keluar masuk bukan wewenang saya. Sebab, uang senilai Rp5 juta peruntukannya untuk renovasi kios. Makanya, persoalan menjadi tanggung jawab Dinas terkait. Kita juga sudah menyurati DPRD Padang agar keluhan pedagang ini terpenuhi, tapi pihak DPRD juga tidak menanggapi bahkan tidak ada satupun anggota dewan yang meninjau langsung keluhanan pedagang. Kami sangat menyangkan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pedagangan Kota Padang, Endrizal membantah adanya pungutan yang dilakukan oleh pihaknya. Ia menjelaskan uang Rp5 juta bukan dipungut oleh Dinas, melainkan dipungut oleh pengelola.

“Sebelumnya pengelola meyakinkan kepada kami bisa mengisi 80 kios yang ada di dalam basemen. Dengan begitu kami mengangkat Faisal sebagai mediator untuk membawa pedagang kesana,” kata Endrizal.

Endrizal menambahkan karena tidak bisa memenuhi kesepakatan sebelumnya, pihaknya mencabut kuasa sebagai mediator untuk pengelolaan kios yang telah direnovasi oleh Faisal.

“Faisal ini tidak memiliki wewenang lagi untuk mengelola 80 kios itu. Sudah kita lakukan sejak 6 bulan yang lalu. Kami tidak ada merestui pungutan yang dilakukan oleh pengelola. Itu merupakan kesepakatan mereka, namun kami menegaskan setiap kios tidak boleh lebih dari Rp5 juta,” kata Endrizal.

Endrizal menegaskan apabila ada pengelola yang meminta lebih dari angka itu silahkan laporkan ke Polisi dan dinas. Pemko Padang sudah menegaskan tidak diperbolehkan melakukan pungutan terhadap pedagang, apalagi memperjual belikan kios tersebut.

“Saat ini seluruh kios akan diambil alih langsung oleh Dinas. Karena pengelola tidak memenuhi kesepakatan untuk 80 kios. Untuk selanjutnya, para pedagang silahkan datang ke Dinas,” tutupnya. (deri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *