Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Polda akan Periksa Produsen Bibit Sayuran Kedaluarsa



Padang, fajarsumbar.com - Produsen bibit/benih Cap Panah Merah, yakni PT East West Seed Indonesia, Jawa Barat, akan dipanggil penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar untuk diperiksa sebagai saksi, sekaitan disitanya bibit sayuran kedaluarsa di Toko Tani Sejati Mandiri. Begitu juga pemilik toko juga akan dimintai keterangannya.

Direktur Reskrim Khusus Polda Sumbar, Kombes Margiyanta, kemarin menyebutkan produsen akan dimintai klarifikasinya tentang bibit benih yang sudah kedaluarsa itu mau dikemanakan lagi. Apakah ditarik atau tidak.

Berdasarkan informasi dari Balai Pengawasan Sertifkasi Benih, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, produsen pemasok itu mempunyai sertifkasi mandiri.

Karena produsen punya sertifikasi mandiri, jadi punya kewenangan memproduksi dan mensertifikasi atas produk benih yang dihasilkannya, ujar Margiyanta,

Sertifikasi mandiri itu pada saat memperdagangkan bibit atau benih dianggap sudah layak, tanpa harus disertifikasi oleh Balai Pengawasan Sertifkasi Benih (BPSB). Tapi kalau sudah kedaluwarsa wajib diuji ulang kembali oleh produsen dan dikeluarkan sertifikasi yang baru. Kecuali belum memiliki sertifikasi mandiri, maka  Balai Pengawasan Sertifkasi Benih bisa diminta untuk menguji.

Dikatakan, pemilik toko akan dipanggil Senin (30/7), berinisial RH dan M. Penyablonan ulang masa kedaluwarsa itu dilakukan sudah dua kali, yakni pada 2017 dan 2018. Pada 2017 sebanyak 13 dus atau sekitar 2.000 lebih bibit kemasan yang disablon ulang dan sudah diperdagangkan kembali.

Barang bukti yang diamankan lebih dari 3.000 bibit atau benih berbagai macam peruntukan pertanian. Kira-kira nilainya sebesar Rp250 juta rupiah, ada juga perangkat sablon yang diamankan polisi.

Kepala Balai Pengawasan Sertifkasi Benih, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, Irawati mengatakan pihaknya hanya sebagai pengawasan. Jika ditemukan peredaran hanya memberikan rekomendasi bahwa benih itu sudah tidak layak diedarkan dan harus ditarik peredarannya.

Yang menarik peredarannya tanggung jawab dari produsen atau dari pengedar itu sendiri. "Kita tidak boleh menarik, kita hanya mengeluarkan rekomendasi kalau labelnya sudah tidak sesuai ketentuan itu harus ditarik," ujar Irawati.

Kalau ekspayernya satu tahun sangat meragukan kualitas benihnya, tetapi penurunan kualitas benih juga tergantung kepada penyimpanannya. Namun, petani juga bisa merugi. (guspa)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *