Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Ribuan Warga Gigit Jari, Blangko e-KTP Kembali Kosong di Padang


Padang, fajarsumbar.com -
Lagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang mengalami kendala dengan ketiadaan blangko e-KTP. Akibatnya ribuan warga sudah menunggu sejak lama ingin memiliki KPT elektonik itu belum bisa terwujud.

"Sekarang blangko kosong. Makanya kita tak bisa mencetak KTP warga untuk sementara waktu," sebut Kepala Disdukcapil Padang, Wedistar kepada wartawan, Kamis (19/7).

Sebulan lalu  Disdukcapil sudah mengajukan permintaan blangko ke pusat. Namun dari 70 ribu keping yang diminta hanya 500 keping yang diberikan.

Jumlah 500 keping itu sudah habis dalam satu kali cetak saja. Saat ini jumlah antrean masyarakat yang menunggu KTP elektronik mencapai 55 ribu orang lebih.

Nama-nama mereka masuk dalam status non prind ready record atau masyarakat yang butuh KTP baru karena pindah datang, KTP rusak, ganti dan perbaikan data serta KTP hilang.

Selain itu juga ada masyarakat yang berstatus prind ready record. Yakni mereka yang
sudah berumur 17 tahun atau baru melakukan perekaman. Jumlahnya juga mencapai puluhan ribu orang.

Untuk membantu masyarakat, Disdukcapil Padang hanya bisa mengeluarkan Suket (Surat Keterangan) pengganti KTP yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan dengan masa berlaku enam bulan. Fungsinya sama dengan KTP.

"Untuk sementara waktu,  bagi yang butuh KTP, kita berikan Suket. Karena fungsinya sama dengan KTP," sebut Wedistar lagi.

Menurutnya berdasarkan informasi dari Disdukcapil propinsi saat ini pengadaan blangko elektronik di tingkat pusat sedang berlangsung.

Ia memprediksi blangko baru bisa didistribusikan pada akhir bulan Agustus 2018 mendatang.

Berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri No 471.13/11659/Dukcapil tanggal 26 seperti 2017 perihal pencetakan KTP elektronik disebutkan, jatah blangko untuk masyarakat berstatus non prind ready record (Non PRR) hanya 30 persen saja.

Sementara untuk berstatus Prind Ready Record dijatah sebanyak 70 persen. Berdasarkan surat itu pula disebutkan blangko E-KTP tidak diprioritaskan untuk mencetak KTP yang habis masa berlakunya serta karena perubahan alamat sebagai akibat pemekaran wilayah dan atau perubahan nomenklatur jalan RT,RW desa/kelurahan atau nama lainnya.

"Jika blangkonya datangnya,  metode pendistribusiannya sudah jelas. Sudah ada kuota masing-masing. Kita tinggal distribusikan saja pada masyarakat yang sudah antri cukup lama," sebutnya lagi. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *