Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Anggota DPD Dorong Peningkatan Penyerapan KUR


Tanah Datar, fajarsumbar.com -  KUR di Tanah Datar, khususnya pada Kecamatan Tanjung Emas belum tersosialisasikan dengan baik. Warga yang tahu, hanya bisa mendapatkan pinjaman Rp25 juta saja.

"Jika hanya Rp25 juta, belum begitu banyak pengembangan usaha yang dilakukan. Warga di daerah kami ingin agar pinjaman tersebut lebih besar lagi agar bisa melaksanakan rencana yang kami tetapkan," ujar Ketua KAN Saruaso, HA Dt. Panghulu Rajo, dalam pertemuan di Kantor Camat Tanjung Emas, Senin 6 Agustus 2018.

Diakuinya sudah banyak anak Nagari Saruaso yang mendapat pinjaman KUR dari BRI Saruaso. Anak nagari ingin mendapat lebih tapi harus ke BRI Cabang Batusangkar.

Hanya saja Dt. Panghulu Rajo mengungkapkan betapa susahnya mengakses dana di cabang tersebut. Persyaratannya pun sangat ketat. "Sulit anak nagari mengakses KUR yang lebih besar. Kami berharap agar plafon pinjaman di unit bisa diperbesar agar anak nagari tak bersentuhan dengan pinjaman berbunga sangat besar," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa membenarkan dana desa baru meningkatkan infrastruktur di desa/nagari. Dana desa belum menyentuh sektor perekonomian rakyat karena 70 persen dari dana itu memang diperuntukkan bagi infrastruktur.

Untuk perekonomian rakyat, Leonardy mendorong para walinagari dan perangkatnya berupaya untuk memajukan usaha-usaha anak nagari. Nagari pun diharapkannya untuk membangun badan usaha milik nagari (Bumnag).

Sektor usaha dan Bumnag ini bisa diharapkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di nagari yang belum/tidak bisa dibiayai melalui dana desa. "Saya akan coba mengusulkan hal ini kepada pihak BRI. Insya Allah Selasa siang saya bertemu dengan Kepala Kanwil Padang. Ini jadi u bahasan di DPD RI," ungkapnya.

Senator Sumbar asal Koto Gadang Agam ini menyetujui masukan untuk memperbanyak sosialisasi KUR dan LPDB di Tanah Datar. Diupayakan untuk mendatangkan LPDB dan Jamkrida ke Tanah Datar agar KUR dan dana LPDB banyak terserap ke Luhak Nan Tuo.

Selain itu, Leonardy menilai pembangunan irigasi teknis perlu pula diupayakan di Tanjung Emas. Karena sawah 1.000 hektar lebih. Umumnya tadah hujan.

Kepada Leonardy pun masyarakat mengadukan perihal harga karet yang turun drastis. Kini Rp7.000 per kilo. Mereka mengaku kewalahan memasarkan jeruk purut yang dihasilkan mencapai 1 ton per hari. Begitu juga pengolahan ampas jeruk purut tersebut. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *