Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Bahaya Penyakit Masyarakat Disosialisasikan, Narkoba Jadi Ancaman bagi Generasi Muda

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat memberikan arahan pada sosialisasi bahaya penyakit masyarakat terhadap generasi muda di salah satu hotel di Padang, Selasa (28/8)

Padang, fajarsumbar.com -Narkoba menjadi masalah serius bagi bangsa saat ini. Barang haram itu tanpa pandang bulu menggerogoti siapa saja. Parahnya lagi ada indikasi negara lain berniat menghancurkan generasi dengan memasok barang haram itu berton-ton ke Indonesia.

Hal itu dilontarkan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat membuka sosialisasi bahaya penyakit masyarakat yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di salah satu hotel di Kota Padang, Selasa (28/8).

Sosialisasi bahaya penyakit masyarakat tersebut diikuti para siswa, guru bimbingan konseling (BK) SLTP berjumlah 100 orang. Sosialisasi itu dilangsungkan selama dua hari, Selasa - Rabu (28-29/9). Tujuannya untuk mengenal lebih dekat dampak dari bahaya penyakit masyarakat, salah satunya narkoba.

Menurut, Mahyeldi, beberapa bulan terakhir ini, bangsa dihebohkan. Kepulauan Riau menjadi sorotan masyarakat, karena di provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut pihak kepolisian dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu satu ton lebin.

Menurut, Mahyeldi perdagangan narkoba bukan hanya sekadar bisnis saja, tetapi bagaimana menghancurkan generasi muda. Narkoba dapat menghancurkan suatu bangsa melalui generasi mudanya. Mereka yang mengkonsumsinya akan menjadi generasi menjadi tidak berkualitas.

"Jadi saya berharap kepada ananda sebagai generasi penerus bangsa, calon presiden, menteri, gubernnur, walikota, bupati dan lainnya. Jangan dekati narkoba, tidak saja bisa menghancurkan diri sendiri, rumah tangga, bahkan bisa menggoyahkan negara. Narkoba ini dimulai dari mereka yang suka merokok," tambahnya.

Disebutkan jumlah penduduk lebih dari 250 juta, maka Indonesia menjadi pasar potensial terbesar narkoba. Negara lain sengaja menghancurkan generasi lewat narkoba.  "Kalau seandainya direncanakan, paling tidak ada unsur pembiaran oleh negara tertentu yang tidak ingin melihat Indonesia menjadi besar dan kuat," papar dia.

Dari segi ekonomi, jumlah penduduk yang banyak tersebut sangat menguntungkan bagi bandar narkoba. Begitu juga letak geografis dan topografi, Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadi celah untuk menyelundupkan narkoba.

"Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang terpencil, yang sulit untuk dijangkau. Hal itu mempermudah penyelundupan karena banyak pilihan melalui laut atau udara. Banyak celah aman untuk menyelundupkan narkoba, itu yang harus diwaspadai," kata dia.

Untuk itu, katanya mari sama-sama pencegahannya secara dini. Jangan sampai ada anggota keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Terutama yang perlu dicermati adalah teman sebaya dari anak-anak kita, karena sangat berpengaruh pada kehidupan anak.

Sementara itu, Kabag Kesra yang diwakili Kasubag Bina Kesra, Hendri Setiawan menyebutkan, sosialisasi bahaya penyakit masyarakat itu dimaksudkan untuk mencegah lebih diri dari bahaya penyakit masyarakat, salah satunya narkoba.

"Adanya sosialisasi bahaya penyakit masyarakat, ini kita mendatangkan berbagai nara sumber yang sangat pengalaman di bidangnya. Nara sumber ini juga menceritakan bagaimana bahayanya penyakit masyarakat ini, salah satunya ancaman narkoba terhadap generasi penerus," tambahnya. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *